Suara tawa anak anak yang sedang bermain dengan peliharaannya memenuhi ruangan bernuansa putih ini.
Terlihat seseorang sedang duduk santai menikmati cahaya matahari yang terpantul melalui pintu kaca balkon.
"Mereka telah menemukan Xmiller"
Seorang wanita dengan lipstik merah gelap memberikan amplop yang berisi foto foto saat Xmiller ditangkap.
"Tiffany, bawa anak anak keluar"
Pria itu berdiri dari kursinya sambil mengenggam buku yang sedari tadi ia baca.
"Baik tuan", seorang pelayan menjawab perintah tuannya.
"Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?" , wanita tadi bertanya lagi.
"Kau tahu bagian apa yang paling kusukai dari buku ini?",
Sebuah buku dengan judul
"The Atonement" diletakkan diatas meja.
Wanita dengan tahi lalat khas dibibirnya tidak menjawab dan tampak kebinggungan dengan pertanyaan bosnya.
"Saat satu kesalahpahaman kecil berlanjut pada kesalahpaham lain yang lebih besar hingga mengubah takdir seorang manusia." , kata pria itu dengan senyuman sinis
"Apa rencana anda?" , wanita itu bertanya lagi
"Belum ada.. Untuk sementara kita hanya bisa mengawasi"
"Baik"
"Sampai ada celah kecil yang bisa kita manfaatkan", sambung pria paruh baya itu sambil tersenyum sinis.
************************
"Heii!!!" , seseorang mengejutkan Cassy dari belakang
"Ohh!! Hei jack."
"Kenapa kau tidak membalas pesanku semalam?"
Cassy melihat sekeliling sebelum membalas
"Eh...yeahh a...aku sibuk dan lupa"
"Tapi kau tak pernah begini sebelumnya", sambung Jack menunjukkan kekhawatiran.
"aku menjadi sedikit pelupa akhir akhir ini", jawab Cassy dengan tawa kecil berusaha menutupi kebohongannya.
"Kau tahu kan aku akan selalu ada jika kau membutuhkan bantuanku. Jika ada yang menganggumu kau bisa beritahu aku. ", ujar Jack berjalan disamping Cassy.
"Tapi yang kuhadapi bukan sesuatu yang bisa kau hadapi Jack", pikir Cassy dalam hati.
"Hey.. apa yang sedang kau pikirkan?" Jack menarik Cassy menghentikannya langkahnya.
Karena terkejut dan teringat dengan ancaman Dexter, ia menepis tangan Jack yang kini terlihat sangat kebinggungan.
"ma.. Maaf" , ujar Cassy merasa bersalah
"Cassy..." (Jack)
"Thanks Jack tapi aku baik-baik saja.... Jadi tidak usah khawatirkan aku."
Cassy langsung berjalan pergi meninggalkan Jack yang masih bingung dan terkejut.
"hey! Tadi aku melihat wanita itu keluar dari Rolls Royce didepan kampus. Beneran pamer!"
Jack mendengar salah satu wanita berambut pendek dibelakang berbisik dengan teman temannya.
"Kau yakin? Aku dulu pernah sekelas dengannya dan setahuku dia bukan orang kaya"
Teman lainnya membalas ucapan wanita itu.
"I dont know.... Tapi aku yakin itu dia tadi"
"Yahh ..ia cukup cantik untuk menjadi gold digger"
"Jaga ucapan kalian!" , Jack mengancam sambil mempelototi grup wanita yang sedang mengosipi Cassy.
••••••••••••
"Dugaan anda benar bos.
Cctv itu telah dimanipulasi menjadi tanggal dan hari dimana pembunuhan tuan Luca terjadi seolah olah Marco pelakunya..
Dalangnya cukup pandai dan sangat mengerti situasi dalam kediaman anda hingga bisa menembus penjagaan malam itu dan mesabotase cctvnya sebelum beraksi"
Kini Dexter yakin pelaku yang hingga bisa mengetahui rahasia cincin sapphire ayahnya pasti merupakan orang yang sangat dekat dan dipercayai ayahnya.
Menggali kebenaran tidakkanlah mudah mengingat seberapa pahamnya mereka dengan keluarganya.
"Kau sendiri investigasi lebih lanjut kasus ini tanpa teammu" (Dexter)
"Baik bos" (Carlos)
"Sekarang bukankah sudah jelas kalau bukan Marco pelakunya bos?",
Carlos yang sambil menyetir bertanya pada bosnya melalui kaca depan
"Apa yang ingin kau katakan?"
Ucap Dexter yang sedang sibuk melihat laporan perkembangan bisnisnya.
"Bukankah tidak ada alasan lagi untuk anda .......menahan Cassy?", tanya Carlos dengan sedikit ragu
"Maksudku, wanita itu juga sepertinya bukan tipe anda biasanya."
"Tidak ada salahnya mencoba sesuatu baru." , jawab Dexter.
Sebuah pesan masuk dan saat Cassy membacanya pesan itu tak lain dan tak bukan berasal dari Dexter yang lagi lagi mengancamnya.
Jangan lupa peringatanku semalam
"Cass" , Cassy segera menyimpan ponselnya saat Emerly menghampiri.
"ya?"
"Kenapa kau panik ?", Emerly langsung curiga dengan sikap Cassy
"Tidak.. Apa aku terlihat panik?" , jawab Cassy sambil tertawa kecil berusaha menepis tuduhan Emerly.
"Mengapa semenjak menghilang sikapmu sangat aneh akhir akhir ini? " Emerly menujukkan kekhawatiran
Cassy hanya diam tak tahu kebohongan apa lagi yang bisa ia ciptakan.
"Dan lagi..... Tadi aku mendengar anak lainnya sedang membicarakanmu" (Emerly)
"Aku?" (Cassy)
"Iyahh... Mereka bilang kau tadi turun dari mobil mewah dan tidak mungkin menjadi kaya dalam sekejab jika bukan....... Yah kau pasti tahu apa yang ada dipikiran mereka bukan?" , (Emerly)
Lagi lagi Cassy diam memikirkan apa yang harus ia katakan agar terdengar logis namun juga bisa diterima sahabatnya.
"Jadi... Siapa yang mengantarmu tadi Cas?" (Emerly)
"Orang tak dikenal" (Cassy)
"Ha??"
"He... Tadi pagi aku hampir ditabrak dan karena pengemudinya bertanggung jawab mereka menawarkan tumpangan padaku" ,
Sebuah ide cemerlang tiba tiba muncul
"Oh really cas?? Are you fine now???", Emerly mengecek wajah dan tangan sahabatnya untuk memastikan tak ada luka.
"Yeahhh.. Mobilnya berhenti sebelum menabrakku jadi aku baik baik saja", sambil tersenyum Cassy merasa bersalah terus menerus membohongi teman temannya.
"Ohhh syukurlah... Sudah kuduga tidak mungkin kau seperti yang dikatakan mereka."
"Lol, tentu saja ly.. Apa aku terlihat akan menjadi simpanan om om kaya?" canda Cassy.
"Oh ya... Setelah kelas selesai bisakah kau menemaniku? Aku harus mencari kado untuk pacarku."
"Tapi sepertinya aku tak bisa hari ini" , Cassy tahu tidak mungkin freak itu akan mengizinkan terlebih setelah kejadian semalam.
"Oh comeon cass.... Pleaseee", ,bujuk Emerly
"Baiklah... Tapi aku tak bisa lama lama.. ", Jawab Cassy setelah berpikir sejenak.
"okayy!!" (Emerly)
Dan sekarang cassy sedang berpikir keras bagaimana cara untuk menepati janji yang baru ia buat pada sahabatnya.
(851 words)
Jangan share and vote ya
KAMU SEDANG MEMBACA
The Ruthless Mafia
RomansaDexter Maston , 28 Bos mafia di Itali yang terkenal akan kebrutalannya, tapi penampilan dan wajah nya tidak sesuai dengan image mengerikan yang selalu orang bayangkan. Ia sangat menawan dengan ciri khas jas serba hitam. Mata biru bagai lautan yang...
