#Seri kedua ceria ceriwis hijrah√
Kisah Dora Ayudia Harahap, si princess cantik sahabat baik Naraya. Sipenggila tas dan barang branded lainnya. Meski terkenal gila belanja, tapi gadis itu tergolong mandiri.
Usaha bakery yang dirintisnya bebe...
Nisrina Arabella: Wah. . .wah pasti ada yang baper. Rumibaihaqi: Pengantin baru yang
Sameera.k: Apa nih? Tag dong orangnya @Athar.P.nst NisrinaArabella: bantu tag @DorAyudia
Alby.A.hsb: Jarang nge-Post, sekalinya post menghebohkan. RasyaAlRasyid: Selamat datang di dunia para suami bro. Rumibaihaqi: Elah, orangnya ngilang lagi. Alby.A.hsb : Jangan berisik Rumibaihaqi: Lah, elu yang berisik
Naraya.A.Riyadi: Gue yakin ada yang jingkrak kesenangan wajahnya nongol di feed lu @Athar.P.nst Sameera.K: Saking senangnya bisa kayak orang gila ya NisrinaArabella: pada akhirnya Athar nge-bucin juga.
DorAyudia: MasyaAllah. Suamiku❤ Sameera.K: MasyaAllah. Senang kan lu. DorAyudia: Iri bilang boss Sameera.K: Uek NisrinaArabella: Uek (2) Naraya.A.Riyadi : Uek (3) DorAyudia: kenapa?Kenapa? Udah pada berapa bulan?
---
Dora tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang melengkung sejak tadi. Hanya sebuah foto yang entah kapan diambil suaminya dari ponselnya, perasaannya sebahagia itu. Terutama saat membaca captionnya perasaannya serasa melayang.
Bisa dibilang Athar bukan suami romantis. Tapi perlakuannya selalu membuat Dora baper. Jika ditilik lagi ini kali pertama wajahnya nangkring di feed suaminya. Entah dapat ide darimana suaminya itu.
"Assalamu alaikum,sayang." sapanya begitu mengangkat panggilan suaminya.
"Waalaikum salam. Di gerai?" tanya Athar memperhatikan sekeliling istrinya.
"Iya,baru selesai dari dapur tadi."
"Pengen bolu pisang,"
Dora tersenyum memandangi wajah suaminya yang menatapnya sejak tadi. "Kalau pengen kenapa nggak beli disana?"
Athar menggelengkan kepalanya. Wajahnya terlihat letih. Kantung matanya hitam padahal pelatihan baru jalan setengah. "Nggak seenak buatan Adek." Dora mengulum senyum mendengar jawaban suaminya. Hatinya semakin menghangat.
"Nanti Adek buatin deh special."
"Benar,ya?"
"Iya,dong." Dora mengusap wajah suaminya lewat layar. "Istirahat yang cukup dong sayang. Ntar malam nggak usah video call ya."