Assalamualaikum:)
Klik bintang sama komen yaa
Terimakasih orang baik:)
Putri tersadar dari pingsannya.
"Astagfirullah, sakit banget."desisnya putri
"Raa, apanya yang sakit?"amelia panik.
semua yang ada di ruangan itu juga ikut panik.
"Perut aku sakit."rintihnya
"Astagfirullah, gimana dong"panik khodijah
"Coba kasi minyak kayu putih deh perutnya"saran rehan
"Ohh iya ada yang punya gak?"tanya amelia
"Ini gua ada, sini put biar gue kasi-in"kata rega menghampiri putri
"Woyy dugong, lo gak sopan banget jadi orang" sentak rehan.
"Lah, apa salah gue, gue kan mau bantu ngobatin."heran rega
"Hee maimuna, putri gak kayak cewek cewek yang lo mainin"menjitak pala rega
"Yaa maaf."
"Liat tu penampilan putri sopan"dorongnya "lo mau kenak pukul si maulana."
"Udah kok pada berantem sih"tegurnya khodijah
"Kalian apa apaan sih kok malah ngerecokin, siniin minyak-nya"bentak amelia
"Nih"memberi minyak pada amelia
"Kalian ngapain masih di sini!"
"Lah terus?"
"Keluar lah."
"Gak mau"tolak rega
"Lo keluar dulu terus lo balik lagi bego"kata amelia
"Udah udah kok pada ribut sih"tegur putri
"kalian kalo mau di sini gak papa disini aja"kata putri
"Lah raa terus gimana mau ngasih minyak ini ke perut lo nanti mereka ngintip kan mereka nakal"kata amelia menatap tajam kedua kurcaci itu.
"Hemmm liaa aku sakit perut karna lapar hehehe" kata putri cengengesan.
"aAtagfirullah" ucap mereka ber empat.
"Hehehe yaa maaf abis aku laper" cengengesan.
Tiba tiba ada yang membuka pintu.
"Lo gak papa?"
"Apa sih dateng dateng langsung ngegas"kata putri
"Gua tanya lo gak papa?"tanya lagi
"Iya gak papa,tapi gua cuman sakit perut"kata putri memanyunkan bibirnya
"Sebelah mana yang sakit" panik lana "Disini? Sebelah kanan? Sebelah kiri?" nyerocosnya.
"Cieee sweet banget sih"khodijah terharu
"Huss.... "kata amelia menyenggol bahu khodijah
"Liat aja, lana sama kakak-nya perlakuan-nya sweet banget apa lagi sama pacar-nya nanti."senyum khodijah
"Lo suka ya sama lana?"tanya rega
"Iya"jawab khodijah tak sadar, semua yang ada di ruangan tu terkejut dan maulana menatap khodijah
"Eh astagfirullah, bukan gitu maksudnya, suka karna lana baik gitu, iya gitu"kata khodijah gelalapan
"Hahahah... khodijah khodijah"tawa rega yang di ikuti putri dan amelia.
"emmm, raaa lo sakit perut kan sini aku pijitin"kata khodijah mendekati putri
Putri yg tengah berbaring hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu, lihat saja kenapa khodijah malah mendekat, kini khodijah ada di pinggir kanan dan maulana di pinggir kiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Setulus Cintamu (END)
Dla nastolatkówIni kisah Putri dan Fariz. Dimana Fariz menikahi Putri hanya untuk balas dendam bukan karna dasar cinta. Kesalah pahaman ini membuat Fariz membenci sosok perempuan yang tidak tau menau perihal kematian kakek Fariz. "Gue jelasin lagi ke lo, gue nik...
