Hai gimana kabarnya ni?
Sehat-sehat ya orang baik:)
Selamat membaca.
Ehh sebelumnya ini part agak mengerikan ya menurutku, hehehe aku aja yang ngetik sampek greget sendiri dan otakku daritadi traveling.
.
.
.
.
.
.
.
Putri tengah berada di dapur, ia membersihkan piring bekas makan tadi. jangan heran, Putri juga dalam keadaan kesal pada suaminya itu.
"Sayang," panggil Fariz yang tiba-tiba memeluk putri dari belakang.
Putri mengeliat sedikit geli, tangan Fariz yang terasa berputar-putar di perutnya.
"Jangan peluk-peluk, aku lagi cuci piring"
Bukannya melepas pelukan Fariz malah mengeratkan pelukannya. "Kamu ngambek?" bisiknya tepat di telinga Putri.
"Enggak" sahutnya.
Putri melepas tangan Fariz yang nyaman di pinggangnya, kemudian dia berjalan menaruh beberapa piring bersih.
"Sayang," rengek Fariz terus membuntuti istrinya itu.
"Kenapa?"
"kamu jangan ngambek dong"
"Aku gak ngambek" sahutnya acuh.
"Itu kamu ngambek"
"Enggak" sahut Putri kemudian berjalan ke arah sofa dan duduk.
Fariz juga tak segan-segan mengikuti istrinya itu. "Sayang, " rengek Fariz.
"Kenapa lagi? Kayak anak kecil aja"
"Jangan ngambek dong, mas kan cuman becanda tadi." ucap Fariz namun tak ada sahutan dari istrinya itu, Putri malah asik menonton tv.
Cepat-cepat Fariz meraih remot yang berada di atas meja kemudian dia mematikan tv-nya.
"Kok di matiin si mas?" kesel Putri.
"Kamu ngambek"
"Siapa yang ngambek"
"Kamu sayang"
"Aku gak ngambek mas Fariz"
"Bohong"
"Enggak mas"
"Bo... "
"Yaudah nanti malam gak jadi, kalo mas pikir aku ngambek"
"Eehh... Eehh... Jangan dong sayang, iya-iya kamu gak ngambek kan" ujar Fariz tersenyum pada Putri.
benar-benar si Fariz, mungkin dia sedang kerasukan, putri sudah mengatakan kalo dia gak ngambek masih aja dia nuduh gitu.
Tiba-tiba Fariz memeluk putri yang tengah nyaman duduk.
"Kenapa lagi,?"
"Gak papa, mas kangen sama kamu"
Bluss pipi Putri memerah, ia memalingkan wajahnya dari Fariz. Putri takut di ejek lagi sama suaminya itu.
"gemes banget sih istri aku" gemas Fariz mencubit pipi cabi milik Putri.
"Mass, sakit ih" kesel Putri memegangi pipinya yang nyeri.
"Ehh sakit yaa, maaf-maaf sayang, sini mas elus" ujar Fariz,
"Gak, nanti malah di cubit lagi"
"Enggak, di jamin ini gak di cubit kok sayang" kata Fariz meyakinkan Istrinya itu.
Putri yang percaya langsung mendekatkan pipinya pada Fariz dan dia langsung mendapat ciuman darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Setulus Cintamu (END)
Novela JuvenilIni kisah Putri dan Fariz. Dimana Fariz menikahi Putri hanya untuk balas dendam bukan karna dasar cinta. Kesalah pahaman ini membuat Fariz membenci sosok perempuan yang tidak tau menau perihal kematian kakek Fariz. "Gue jelasin lagi ke lo, gue nik...
