Only One - 19

97 18 4
                                        

Only One - 19 : Risih

-----

MIYA mempercepat langkah kakinya menuju ke dapur. Dia tergesa-gesa karena takut terlambat ke kampus, Miya sampai lupa kalau hari ini Ling tidak bisa menjemputnya.

Astaga, kebetulan sekali alarm di kamarnya juga mati sehingga Miya sukses kesiangan.

"Mampus dah! Mana hari ini disuruh presentasi pulak!!" gumamnya panik bukan main.

Saat langkah kakinya sampai di dapur, Miya bisa melihat Kent sedang sibuk membuat sarapan untuk Eno, Hoshi, Ojan, Claude dan Helena.

Fokus Miya teralih ke arah Claude yang masih tertidur di atas meja. Sejujurnya Miya penasaran bagaimana kondisi Claude pagi ini. Apakah pria itu sudah merasa lebih baik?

Miya agak sedikit resah namun juga lega.

"Eh, met pagi, Miy!" sapa Hoshi sambil melambaikan tangan.

Miya mengangguk singkat lalu berjalan mendekat ke arah Helena yang sibuk menulis jurnal. Gadis bertubuh jangkung itu menoleh saat menyadari kedatangan Miya di dapur.

"Anjir kak, lu ada kuliah pagi juga gak?" Helena bertanya dengan suara frustasi, dia memeluk lengan Miya.

Refleks, Miya pun mendengus panjang. "Ada sih. Kayaknya gue kesiangan deh, ini mau mintol bentar sama Kent sebelum pergi."

Helena menyeruput habis segelas susu coklat yang ada di dekatnya, gadis tersebut membereskan kembali jurnal-jurnal yang sibuk ia kerjakan.

"Ya udah, kita ke kampus bareng yuk kak. Si Eno yang nganterin kok!!"

Eno langsung mengumpat pelan setelah mendengar ucapan Helena, dia tertawa sinis seolah tidak setuju.

"Apa-apaan lu! Sejak kapan gue bersedia jadi supir pribadi lu berdua? Ogah banget." tolaknya.

Helena melotot tajam. "Lu kok jahat banget sih? Mau gue laporin kelakuan lu selama ini ke Zero biar dipukul, hah?!" ia mengancam.

"Najis mainnya ngancem kayak gitu, otak licik lu!"

Respon Eno barusan membuat Helena terkekeh lebar nan puas, dia kembali memeluk lengan Miya dan membawanya keluar lewat pintu belakang dengan cepat.

Sebelum itu, Miya menyempatkan diri untuk berteriak ke arah Kent.

"Oh iya, jangan lupa nanti pas gue pulang bikinin air perasan lemon ya, Kent! Dikasih gula dikit aja." pesan Miya.

Kent mengangguk cepat, "iya nanti gue bikinin. Hati-hati di jalan!"

Seusai Miya dan Helena keluar dari kos, Eno pun mau tak mau harus bangkit berdiri untuk mengantar mereka. Dia menepuk sesaat pundak Ojan.

"Gue cabut dulu, jangan lupa download genshin impact di hape gue yang satu lagi." pesannya serius.

Ojan mengangguk cepat. Ia masih fokus memainkan kartu tarotnya yang berjejeran di sebelah mangkuk sereal. Ojan sedang meramal nasib Hoshi.

Sementara itu, Hoshi yang terpaku melihat kehebohan teman-temannya hanya bisa tertawa kecil...

"Buset dah! Mereka lagi ada kerjaan atau gimana? Kok buru-buru amat."

Ya semua anggota kos benar-benar sangat sibuk hari ini.

***

"Stop di situ tuh, No!"

Eno meminggirkan mobil sedannya di pinggir trotoar jalan yang cukup ramai. Dia menoleh singkat ke belakang untuk melirik Helena dan Miya yang sedang beres-beres.

Only One✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang