Only One - 20 : Bantuan Yang Mengejutkan
-----
SETELAH menghabiskan waktu bersama Helena di kantin akhirnya Miya memutuskan untuk pergi ke kelas. Walaupun ada sisa waktu, Miya ingin cepat-cepat ke kelas saja agar tidak kelupaan nantinya.
Saat sampai, Miya terpaku ketika melihat beberapa mahasiswa lain yang sibuk dengan dunianya sendiri. Mereka juga acuh tak acuh...
Ada yang tertidur dan ada juga yang belajar sambil memakai earphone—semuanya punya aktivitas tersendiri.
Padahal Miya ingin mencoba mengakrabkan diri, namun sepertinya sulit karena mahasiswa di jurusan ini cenderung pendiam.
Ya sudahlah, mungkin sampai lulus nanti teman yang ia kenal di sini hanya Helena dan Ling saja.
Miya menghela nafas panjang. Ia memilih membuka tasnya lalu mengecek isinya, Miya melotot kaget saat baru menyadari flashdisk berisi materi presentasi sudah hilang entah kemana.
Mampus!
"Duh, ada di mana ya?" Miya belum menyerah untuk membongkar isi tasnya. "Apa jatuh di kantin? Atau ketinggalan di kosan?!"
Beribu-ribu pertanyaan membuat kepala Miya seperti ingin pecah, kalau begini terus dia pasti akan diomeli dosen.
Ck, sialan!
"Gak mungkin kebawa Helena kan?" Miya mengulum bibir.
Tidak tahan berdiam diri seperti ini, akhirnya Miya bergegas keluar dari kelas untuk pergi mencari Helena. Ia sedang dalam perjalanan menuju ke gedung seni.
Bahkan karena saking paniknya Miya sampai lupa untuk membawa ponsel...
***
"Nanti kabarin saya lagi ya, makasih kamu udah repot-repot ke sini."
Ling hanya mengangguk singkat ke arah dosen yang baru saja mengobrol dengannya. Cowok keturunan Chinesse itu berjalan di koridor sembari memainkan ponsel.
Setelah pengumuman jamkos seharusnya Miya sedang free kan? Apa Ling mengajak gadis itu untuk ketemuan saja?
Dengan mantap, Ling langsung mencari nomor Miya diaplikasi, dia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu Miya hari ini.
Anggap saja Ling ingin melakukan sesuatu sebagai permintaan maaf karena tadi pagi tidak bisa mengantar gadis itu ke kampus.
Ling masih terdiam sampai—
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi...."
Suara operator membuat Ling mengerutkan kening, apakah terjadi sesuatu sampai-sampai ponsel Miya tidak aktif? Apa yang gadis itu lakukan?
"Aneh, kok enggak dijawab ya?" gumam Ling kebingungan. "Dia baik-baik aja kan?" tanya cowok itu lagi.
Sempat ragu karena takut Miya sedang sibuk, akhirnya Ling memutuskan untuk mengecek sendiri apakah Miya ada di kelasnya atau tidak. Entah kenapa feeling Ling jadi buruk.
Semoga tidak terjadi apa-apa.
***
Drap drap drap!
Miya berlari di koridor sambil menoleh kanan-kiri untuk mencari kelas Helena. Dia merasa lelah karena jarak menuju ke gedung kesenian sangatlah jauh, bahkan Miya terlihat seperti ingin ambruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only One✔
Fiksi Remaja"Bisakah memilih salah satu di antara mereka berdua?" - Awal kepindahan Miya ke Kos malah membuat gadis itu bertemu lagi dengan sahabat nya sewaktu SMA dulu. Sudah lama lost contact, tentu kecanggungan di antara mereka berdua tidak bisa ditutupi. Se...
