Only One - 24: Balasan
-----
SOSOK Ling berjalan di koridor kampus sembari membolak-balik proposal yang diberikan oleh ketua HMJ. Cowok keturunan Chinesse itu memijit pelipis sebab merasa letih dengan tugas dadakan ini.
Sial, kenapa pekerjaannya jadi menumpuk? Ling benar-benar frustasi karena belum sempat istirahat sama sekali.
Dokumen pemberian rektor belum ia periksa sepenuhnya, sekarang ketua HMJ juga melempar sebagian tugas kepada Ling dengan alasan sakit. Menyebalkan sekali.
Apakah Ling robot yang bisa disuruh-suruh?
Saat dia berjalan dan hendak masuk ke ruang dosen, tiba-tiba iris matanya jatuh ke arah dua perempuan yang sedang berbincang di tengah-tengah lorong. Cowok itu terkejut bukan main melihat sosok familiar itu berdiri tak jauh dari hadapannya.
Kebetulan apa ini?
Ling bergegas mendekati mereka lalu berdeham keras. Sontak, kedua gadis itu menoleh cepat untuk menatapnya dengan sorot kaget.
Senyum lebar milik Ling terlihat, "kamu ngapain di sini? Enggak ada kelas?" ia bertanya.
"Lagi istirahat," Miya merapatkan bibir, gadis itu masih sibuk memandangi ponselnya. "Kok lu ada di sini? Katanya sibuk...."
Ling mengelus leher belakangnya, "aku lagi jalan-jalan sebentar biar gak stress. Btw, kamu sama Helena kenapa? Tadi aku lihat kamu jutek banget."
Miya mencuri-curi pandang ke arah Helena yang hanya bisa tersenyum pahit, dia menyikut gadis itu sebagai tanda bahwa Miya sedang butuh bantuannya. Namun, Helena menggelengkan kepala seolah tidak tau harus berbuat apa.
Kemudian Helena berbisik. "Lo ce-cerita aja sono ... oh iya, gue baru inget ada matkul tambahan sekarang! Sorry ya ta-tapi gue cabut dulu,"
Helena menunduk sesaat ke arah Miya dan Ling lalu bergegas pergi dari sana. Tentu saja Miya langsung mengumpat karena ia tidak menyangka akan menghadapi hal ini sendirian tanpa bantuan.
"Good luck, kak! Kalau ada apa-apa kabarin aja." ujarnya lagi dari kejauhan.
Ck, pasti Helena sengaja! Sekarang bagaimana caranya Miya menjelaskan semuanya kepada cowok itu?
Bagaimana kalau Ling marah?
Ling mengerutkan kening saat raut wajah Miya berubah masam. Dia sedikit membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah Miya agar bisa melihat gadis tersebut.
Tangan Ling terangkat untuk mencubit pipi Miya, "kok diem? Gak mau cerita?"
"Anu," Miya tersenyum kikuk. "Ja-jangan bahas di sini deh, gue takutnya ada yang nguping...."
Ling menghela nafas, "ya udah. Mending kita ngobrol di—"
"Wah, ada yang lagi pacaran nih,"
Suara familiar itu membuat Miya dan Ling menoleh, sosok Natalia tiba-tiba muncul sambil tersenyum sok manis ke arah mereka berdua.
Natalia sedikit menunduk, "kalian berdua aja? Kalau gue ikutan nimbrung boleh gak? Udah lama juga kita gak ngobrol bareng," ia tertawa.
"Boleh kan?" tanya Natalia lagi, kali ini dia menatap Ling—bahkan sampai memeluk lengan kirinya.
Tentu saja cowok itu merasa risih dan memilih untuk mundur agar Natalia tidak mendekatinya. Sorot mata Ling berubah dingin.
"Sinting lo?" sinis Ling. "Bukannya lo udah tau kalau gue sama Miya lagi pacaran? Ngapain juga nempelin kita kayak gini? Ganggu banget dah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Only One✔
Ficção Adolescente"Bisakah memilih salah satu di antara mereka berdua?" - Awal kepindahan Miya ke Kos malah membuat gadis itu bertemu lagi dengan sahabat nya sewaktu SMA dulu. Sudah lama lost contact, tentu kecanggungan di antara mereka berdua tidak bisa ditutupi. Se...
