Selepas menempelkan plester di bagian lukanya, akhirnya selesai. Usai itu, Gryffin yang akan menyimpan kotak obat pun tidak jadi karena Bulan langsung memeluknya.
"Jang--an tinggalin aku sendirian."
"Ak--u gak mau ditinggal ...."
"Jangan pergi." Bulan menangis senggukan di dadanya.
Terselip perasaan tidak tega pada gadis ini sepertinya dia memang terlalu takut untuk ditinggalkan sendirian. Gryffin pasrah menjadi bahan pelukan, ia berusaha menenangkan Bulan.
"Sttt jangan nangis, iya-iya gue gak bakal ninggalin lo sendirian. Tenang aja," tuturnya tulus.
"Jadi, aku boleh bobo sama Apin lagi?" tanyanya bahagia dengan mata yang berbinar.
"Y--a en--ggaklah. Gak boleh tidur berduaan, takut terjadi hal yang tidak diinginkan," balasnya.
"Apa tuh?" tanyanya lagi sembari mendongak menatap Gryffin.
"Ah! Lo gak perlu tau. Mending sekarang lo mandi, kita cari makan di luar," pintanya dan dibalas anggukan kecil oleh Bulan.
oOo
Kedua insan itu tengah berjalan kaki mencari santapan untuk pagi hari. Tiba-tiba Bulan mencium aroma yang menggiurkan lidahnya.
Ia melihat ke sekeliling, lalu menatap pedagang kaki lima yang sedang menggeber sate sehingga asap abu berterbangan ke mana-mana.
Bulan menarik baju bagian bawah Gryffin seraya berujar,"Aku mau itu." Bulan menunjuk layaknya anak kecil.
"Mau lontong?" tanya Gryffin.
"Mau itu!" Lagi-lagi Bulan menunjuk penjualnya.
"Iya itu lontong," balasnya dengan penuh penekanan.
Lantas Bulan segera menarik tangan Gryffin untuk membeli makanan tersebut.
"Aku mau ini," pinta Bulan yang hendak memegang sate yang tengah di panggang.
"E--h gak boleh dipegang, Bul!" sentaknya seketika takut tangan Bulan terluka.
"Gak boleh makan ini?" tanyanya lagi.
"Pak, saya pesen 2 ya," pinta Gryffin pada penjual.
Gryffin segera menggenggam tangan Bulan untuk mengajaknya duduk. Bulan tidak bisa diam, ia terus menatap penjual yang menggeber sate sejak tadi.
"Lo laper banget?" celetuk Gryffin.
Bulan mengangguk. "Itu kayanya enak, wangi banget!" serunya senang.
Gadis itu menatap Gryffin. "Itu namanya apa?"
"Itu namanya sate," balasnya dengan lembut.
"Oh ... Santet," gumamnya sembari mengangguk.
"Sate! Bukan santet!" timpalnya dramatis.
Tiba-tiba bapak penjual datang membawakan dua porsi lontong, Bulan dan Gryffin segera menyantap makan tersebut.
Gadis itu makan dengan lahap sekali seperti orang yang tidak makan berminggu-minggu.
Mulut bulan penuh dengan yang ia makan. "Apin, nanti beli ini lagi, ya? Ini enak!" pintanya.
"Iye, gue beliin. Asalkan lo jangan nakal!" sahutnya dan dibalas anggukan oleh Gryffin.
10 menit kemudian mereka selesai dengan acara makan paginya, tidak lupa Gryffin segera membayarnya selepas itu mereka pulang.
Di sepanjang jalan tangan kedua insan itu, terus bertaut. Samar-samar Bulan mendengar suara sesuatu di balik semak-semak di pinggir jalan.
Bulan menilik kanan dan kiri, lalu ia bertanya, "Apin itu suara apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tiga Semprul & Bulan
Teen FictionGadis tanpa identitas ditemukan oleh pemuda tampan di tengah-tengah hutan dengan keadaan menangis. Gryffin terpaksa harus membawa gadis lugu itu pulang bersamanya. "Apin aku boleh ikut?" "Boleh, asal jangan bandel!" __________________________ "Ap...
