Hallo!
Semoga kalian suka dengan cerita ini, selamat membaca. Jangan lupa vote dan komennya ya! Thanks you ❤️
Share cerita ini ke media sosial kalian!
______________________________________________________
Hari mulai gelap. Hutan yang dipenuhi pohon-pohon yang menjulang tinggi mulai tertutup oleh kabut putih. Sebangsa jangkrik mulai bersuara, mengeluarkan irama yang menghilangkan keheningan di hutan ini.
Seorang pemuda beranjak untuk kembali ke tenda, serasa ia sudah cukup mencari kayu bakarnya. Tangan kirinya menengteng kayu bakar yang sudah bersatu terikat oleh tali.
Saat mulai berjalan, langkahnya kembali terhenti. Samar-samar terdengar seseorang yang sedang menangis, membuat benaknya bertanya-tanya 'siapa dia?'.
Tanpa ada rasa takut sedikit pun ia mulai mencari seseorang itu, dengan telinganya yang tajam ia mulai mengikuti arah suara tangisan tersebut.
Suara isakan mulai terdengar jelas. Setelah beberapa langkah, ia melihat seseorang yang duduk di bawah pohon sembari memeluk tubuhnya sendiri.
Gadis itu berbusana putih bercorak bunga daisy kecil di bajunya, ia sempat berpikir bahwa itu adalah kuntilanak yang kesasar di hutan.
'Lah, mana bisa Kunti pake dress bunga-bunga?'
Gryffin, pemuda itu mulai mendekati seseorang yang bersurai hitam di sana. Tiba di dekat gadis yang tengah menangis, gadis tersebut tidak menyadari akan kehadirannya.
"Hey! Kenapa nangis?!" Tangannya menepuk pelan pundak gadis yang berada di sampingnya guna menyadarkan kehadirannya.
Terlihat dari tubuhnya yang bergetar, gadis berkulit sangat putih tercekat kaget akan kehadiran seorang pemuda di depannya.
"Kamu siapa?" lirihnya pelan sembari mencengkram bagian dressnya.
"Lo gak usah takut, gu--"
"Bulbul sendirian. Bulbul ta--kut." Suara gemetar yang keluar dari mulutnya, terselip rasa ketakutan yang mendalam.
Pemuda itu, menerka bahwa gadis ini tersesat di hutan dan terpisah dari kedua orang tuanya.
"Ayo! Ikut gue. Ini udah malem, gue harus cepet balik ke tenda," ujarnya seraya berdiri dan mengulurkan tangannya kepada gadis tersebut.
Gadis itu menggeleng cepat sembari menitikan air mata.
"Jangan bawa Bulbul ke tempat gelap itu. Bulbul ga--k mau di--kurung la--gi." Isakan tangis mulai terdengar begitu keras, membuat Gryffin menatapnya iba.
"Ayo berdiri!" Gryffin mulai menggenggam tangan mungil milik gadis yang belum jelas identitasnya.
Gadis yang menyebut dirinya dengan sebutan Bulbul, seperti merasa ragu.
"Lo aman sama gue! Gue jamin gak bakal terluka sedikit pun, tapi gue gak jamin kalau gue gak jatuh cinta sama lo."
Pemuda tersebut terkekeh kecil, menghangatkan suasana. Meski gadis itu nampaknya tidak mengerti.
Lantas gadis tersebut bangkit, tangan kanannya digenggam oleh Gryffin dan tangan kirinya memegang boneka panda berukuran sedang.
Disepanjang jalan hanya ada keheningan yang menyelimuti sepasang lawan jenis itu. Tangisan gadis tadi sudah reda, ia benar-benar merasa aman bersama dengan pemuda tampan di sampingnya.
"Nama lo?" celetuk Gryffin bertanya.
"Aku Bulan, Kakak sering panggil aku Bulbul. Nama kamu siapa?" Kedipan lucu dari kelopak matanya, membuat Gryffin gemas setengah mati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tiga Semprul & Bulan
أدب المراهقينGadis tanpa identitas ditemukan oleh pemuda tampan di tengah-tengah hutan dengan keadaan menangis. Gryffin terpaksa harus membawa gadis lugu itu pulang bersamanya. "Apin aku boleh ikut?" "Boleh, asal jangan bandel!" __________________________ "Ap...
