'Ini awal dari semuanya, ketika rasaku untukmu akan ku kubur dan menjadikannya kenangan indah'
°°°
Pagi ini Laras berangkat sekolah bersama kakaknya, karena motornya tiba-tiba mogok dan tidak bisa nyala sama sekali.
"Kaak, ayo dong Laras telat nanti, " kata Laras sembari mengambil tasnya dan bersiap untuk meninggalkan meja makan.
"Iya-iya bawel. "
Aldo dan Laras pun berangkat tak lupa mereka berdua berpamitan kepada kedua orang tua mereka.
Laras naik ke atas motor Aldo memakai helmnya lalu Aldo pun melajukan motor mereka membelah jalanan Jakarta yang terlampau cukup lenggang hari ini, mungkin karena mereka berangkat pagi hari ini.
Setelah beberapa menit perjalanan mereka berdua pun sampai di SMA Pelita Nusa, Laras turun dan melepaskan helmnya lalu memberikannya kepada kakaknya.
"Kak, makasih ya udah nganterin Laras, " ucap Laras sembari mencium tangan kakaknya.
"Iya sama-sama, kamu belajar yang bener jangan nakal ya, " jawab Aldo sembari mengelus puncak kepala adiknya itu.
"Oh iya Ras, nanti kamu pulangnya gimana? Mau kakak jemput ? Atau bareng Gea? "
"Kakak jemput aja deh, Gea pasti sama si Raka nanti."
"Raka udah balik? "
"Iya udah. "
"Yaudah nanti Kakak jemput kamu. "
"Siap Kak, kalo gitu aku masuk duluan ya. "
"Iya, kakak juga berangkat ke kampus dulu ya."
Aldo pun melajukan motornya untuk menuju kampus, sementara Laras ia memilih untuk masuk ke dalam sekolahnya.
Menyusuri koridor sekolah untuk sampai di kelasnya. Saat diperjalanan ke kelas tiba-tiba ada yang menepuk bahunya, Laras yang merasa di tepuk pun menengok dan orang itu ternyata Raka.
Cowok yang gak pengen ia temui sebenarnya, tapi semesta seperti mempermainkannya dengan mempertemukan mereka dalam satu kelas.
"Raka, baru sampai juga? Geanya mana? " tanya Laras membuka obrolan.
"Gea? Udah di kelas kayaknya, katanya ada piket perpus dia hari ini. Makanya berangkat pagi dan gue gak bisa jemput."
"Oh iya jadwal piket perpus dia kan hari ini. "
Setelah itu mereka hanya di selimuti keheningan dan tak ada lagi obrolan yang terbuka. Sesampainya di kelas mereka langsung duduk di bangki masing-masing dan fokus pada hp mereka juga.
Setelah beberapa saat Gea pun datang dan langsung mendudukan diri di samping Laras.
"Capek banget gue Ras, " gumam Gea mengeluh karena piket hari ini sangat melelahkan untuknya.
"Di suruh apa emangnya? "
"Beresin perpus tadi, mana banyak banget bukunya. "
"Nih minum Yang," ucap Raka sembari memberikan air mineral kepada Gea.
"Makasih sayang."
Laras yang mendengar itu pun memilih untuk melanjutkan aktivitasnya yaitu membaca novel yang ia bawa dari rumah.
"Laras ya kalo udah baca novel gak inget di sekitarnya ada orang, " sindir Raka yang melirik kearah Laras yang masih saja fokus pada novelnya bahkan saat berbicara dengan Gea tadi matanya tak lepas dari novel itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumit
Fiksi Remaja"Move on bukan tentang melupakan, tapi tentang mengikhlaskan seseorang untuk pergi dari kehidupan kita. " -Laras Diandra Pradita "Aku yang salah, maaf sudah memanfaatkanmu untuk bisa lebih dekat dengannya. " -Raka Adhityakara "Perasaan memang tak...
