Di s buah ruangan terdapat seorang gadis yang sedang terbaring lemah. Alat alat bantu yang menopang untuk dia bertahan hidup melekat di tubuhnya.
Dia adalah Zelin, seorang gadis korban tabrakan. Dia di nyatakan koma, sudah satu bulan ini dia koma dan tidak ada tanda tanda kemajuan pada dirinya.
Tina mama tirinya, selalu menjaga dan merawat Zelin penuh kasih sayang. Dia sangat prihatin dengan keadaan putrinya tersebut. Setiap hari dia berjaga di rumah sakit untuk merawat Zelin yang sedang terbaring koma.
Kini dia hanya bisa menatap sendu sang putri. Hatinya sakit melihat keadaan sang putri. Tina menggenggam tangan Zelin penuh kasih dan berharap ada kejaiban.
Tak berselang lama tiba tiba saja tangan Zelin bergerak perlahan dan Tina pun merasakan pergerakan tersebut.
Tina senang bukan main, ini sungguh di luar dugaan nya, allah masih berbaik hati dengannya. Tina berjanji jika Zelin sudah sembuh dia akan memperlakukan nya dengan sebaik mungkin, walau selama ini dia sudah bersikap baik terhadap zelin. Dan dia juga berjanji akan meluluhkan hati anaknya tersebut.
Perlahan lahan mata Zelin membuka. Hal tersebut membuat Tina senang bukan main.
"Kamu sudah bangun sayang?" ucapnya penuh haru. Jemarinya masih memegang erat jemari milik Zelin
Karena saking bahagianya Tina sampai lupa untuk memanggil dokter.
"Tunggu sebentar ya sayang mama mau memanggil dokter dulu, kamu jangan melakukan apapun dulu!" Tina pun bergegas keluar ruangan untuk memanggil dokter.
Zelin masih mencerna keadaan nya sekarang. Dia merasakan sakit si sekujur tubuhnya. Matanya menelusuri setiap ruangan. Kini dia sadar jika dirinya sedang berada di rumah sakit.
Lalu dia kembali mengingat kejadian yang mengakibatkan nya seperti ini. Zelin pun teringat, terakhir kali dia sedang bertengkar dengan Disa dan di tengah jalan tiba tiba ada sebuah truk yang melaju dengan cepat dan akhirnya menabrak dirinya. Dia juga ingat kenapa Disa tidak ikut tertabrak, karena Zico lebih memilih menyelamatkan dia di bandingkan dengan dirinya.
"Zico, gue benci lo!" Desis Zelin tajam, dengan pandangan lurus.
Terlihat jelas raut kebencian yang tertanam di matanya tersebut
,,,,,,,,,,,,,,,Sedangkan di sisi lain dua sejoli yang baru menjalin hubungan, mereka sedang berada di kantin. Hubungan yang baru satu bulan terjalin tersebut berjalan dengan damai.
Satu sekolah juga sudah tahu jika mereka menjalin hubungan. Banyak dari mereka yang tidak setuju dengan hubungan mereka. Mereka mengganggap lebih pantas jika Zico bersanding dengan Zelin. Tapi juga banyak yang mendukung hubungan mereka, di sebabkan oleh tingkah Zelin yang suka membully membuat sebagian dari mereka tidak suka dengan Zelin.
"Dis, Lo kan sudah jadian nih sama Zico, kira kira waktu Zico nembak kamu kayak gimana?" Tanya Riski dengan tak tahu malunya.
Zico yang mendengar hal tersebut langsung melotot tajam ke Riski, sedangkan Disa malu malu kucing.
"Diem Lo, jadi orang jangan kepo!" Ketus Zico yang tak suka dengan pertanyaan dari Riski.
"Santai kali zic, bercanda gue," Ucap Riski yang di akhiri dengan kekehannya.
"Eh, btw sudah sebulan ini kok gue nggak lihat Zelin ya?"
Deg,,,,,
Bukan tanpa alasan Riski menanyakan hal tersebut, pasalnya akhir akhir ini dia tidak melihat Zelin yang mengganggu Zico. Apalagi kini Zico sudah resmi berpacaran dengan Disa, kenapa dia tidak melihat Zelin beraksi, karena Riski tahu jika Zelin tidak akan tinggal diam.

KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED
Teen Fiction# rank 1 goodboy, (22,23 -9-2021) # rank 2 sma (28-9-2021) # rank 5 ceritapendek(29-9-2021) Dia yang mendapat julukan The Queen Of Bullying, si troblemaker, dan si bad girlnya SMA Pancasila. Dia mempunyai kecantikan di atas rata rata, walaupun mem...