Anvayz berlari secepat mungkin memasuki kastil menuju lantai tiga untuk bertemu dengan Dumbledore di kantornya, ia bahkan tidak memperhatikan sekitar yang memandangnya dengan tatapan aneh.
Sesampainya di sana, Anvayz menormalkan pernapasannya terlebih dahulu sebelum mengucapkan kata sandi kepada patung Gargoyle. "Cockroach Clusters!"
Setelah mengucapkan kata sandinya, Anvayz membuat wajah seperti ingin muntah. Walaupun itu adalah salah satu permen yang dijual di Honeydukes dan banyak diminati, namun tetap saja terdengar menjijikan.
Patung Gargoyle mulai berputar menunjukkan sebuah tangga, gadis itu menaikinya menuju pintu Headmaster Office dan mengetuknya agar lebih sopan. Tapi saat Anvayz baru mengangkat tangannya, pintu sudah terbuka dan disambut oleh Dumbledore yang duduk di singgasananya sambil melontarkan senyuman.
"Halo, Professor Dumbledore."
"Silahkan duduk, Miss. Axlvy."
Anvayz membalas senyum Dumbledore dan duduk di kursi yang dia tunjukkan. "Apa yang bisa saya bantu, Sir?"
Dumbledore menautkan kedua tangannya di meja dan menegapkan tubuh, "Nilaimu dalam Ramuan luar biasa,"
Anvayz menaikkan satu alisnya sebagai tanda tanya, menunggu maksud Dumbledore.
"Dan saat ini Professor Snape sangat sibuk membuat banyak ramuan untuk Madam Pomfrey. Memang, Professor Snape telah membuat banyak persediaan untuk dirinya sendiri maupun untuk stok Hospital Wing, tapi karena memasuki musim dingin, banyak murid yang demam dan membuat stoknya habis."
"Jadi...?"
"Jadi aku meminta bantuanmu untuk membantu Professor Snape membuat banyak Pepperup Potion."
Anvayz berdehem, dia harus menolak ini secara halus. Bagaimanapun, dia sedang berusaha menghindari Snape dan malam ini dia memiliki janji dengan Alan untuk menonton film. "T-tapi, Sir... Bukankah Pepperup Potion itu ramuan yang mudah? Professor Snape pasti bisa membuatnya sendiri. Dan, dan materi tahun keempat adalah ramuan itu, bukankah mereka juga membuatnya?"
"Aku berasumsi bahwa kau ingin menolak ini, Anvayz." ucap Dumbledore sambil mengintip dari kacamata bulan separonya. "Namun biar kujelaskan... Sayangnya para murid keempat gagal membuatnya, yang mana malah menjadi beracun."
"Tapi—"
"Dan besok malam adalah jadwal bulan purnama, Anvayz. Tentu Professor Snape sibuk membuatkan ramuan Wolfsbane untuk ayah baptismu selama tujuh hari ini. Kau tahu itu ramuan yang sulit dan harus diminum tujuh hari sebelum waktunya tiba, kan? Bagaimana jika pikiran Professor Snape terbelah dan dia gagal membuat kedua ramuan itu."
"Mustahil, Professor Snape itu master, Sir. Dia—"
"Jadi kau tidak ingin membantunya? Ini untuk ayah baptismu, Anvayz."
Anvayz menarik napas panjang dan mengangguk dengan setengah hati, "Baik, aku akan melakukannya. Besok, kan?"
"Sekarang, Anvayz. Ini hari ketujuh." tegas Dumbledore.
Anvayz mengerang kesal namun tetap mengangguk, "Jadi aku harus ke kantornya sekarang?"
Dumbledore tersenyum dan mengangguk, "Ya."
Anvayz berdiri dari kursi, "Kalau begitu aku pamit undur diri."
"Silahkan," jawab Dumbledore. "Semoga aku tidak mengganggu waktumu, Anvayz." sambungnya saat Anvayz menutup pintu kantor.
"Kau sudah melakukannya, Sir." sinis Anvayz, berjalan menuju Dungeon.
Sesampainya di depan kantor Snape, Anvayz segera mengetuknya dengan lembut. Ketukan pertama tidak ada tanda-tanda kehadirannya, jadi Anvayz mengetuk pintunya lagi, kali ini lebih keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twins - SSxOCxAR
RomanceApa jadinya jika Severus Snape; Professor yang mendapat julukan terdingin, tergalak, terkejam dan tak berperasaan di Hogwarts mempunyai saudara kembar yang memiliki sifat berkebalikan? Bagaimana perasaan Anvayz kepada Severus Snape selama dua tahun...
