Freya sakit

2.7K 233 8
                                        

"Kak Chika mau es krim?" tanya Freya saat Chika sudah mulai tenang.

Yap, Freya terpaksa harus menenangkan Chika sendirian, tak mungkin ia meninggalkan kakaknya ini. Walau membujuk Chika untuk berpindah dari lantai ke kasur membutuhkan waktu yang sangat lama namun perlahan tapi pasti gadis kecil itu membawa sang kakak.

Chika mengangguk pelan, matanya sudah bengkak dan keringat di dahinya mulai mengering.

Tanpa berbicara lagi Freya langsung mengambil es krim di kulkas milik Chika.

"Kak Chika mau yang ini?" tanya Freya sembari mengangkat es krim yang ia tunjukkan kepada Chika.

Chika menoleh dan hanya mengangguk.

Freya membuka bungkusan itu dan memberinya kepada Chika.

Chika masih bergeming sembari fokus dengan es krimnya. Ia merasa canggung bersama Freya saat ini.

Dalam hati Chika terharu karena Freya sangat memerhatikan dirinya.

Rasa bersalah di hatinya semakin membuncah, akar-akar penyesalan yang ia tumbuhkan dari kejadian waktu itu semakin merambat.

Freya masih setia duduk di sisi kasur sembari menatap tv yang menyala.

Chika membuang bungkusan es krim yang telah habis di tong sampah sisi kasur sebelah kanan lalu kembali menatap Freya yang masih tidak berkutik.

Sesekali Chika melihat mata Freya yang mulai tertutup namun ia paksakan terbuka, pasti Freya sudah mengantuk.

Sejujurnya Freya sedikit takut Chika akan membentak atau memarahinya, namun ia berusaha menyingkirkan semua pikiran negatif dari otaknya.

"Adek ngantuk?" Pertanyaan Chika membuat Freya menoleh.

"Enggak, kok, Kak. Kak Chika ngantuk, ya? Aku keluar kalo Kak Chika mau tidur," kata Freya lembut.

Chika menggeleng. "Kamu ngantuk. Tidur sini aja."

"E-eh gak usah, Kak," tolak Freya halus padahal dalam hatinya ia sangat senang sekali diajak kakaknya tidur bersama, dari dulu ia ingin ditemani dan dipeluk Chika.

Waktu Freya masih kecil, Shani selalu menyuruh Chika untuk menjaga Freya dan meniduri Freya. Sedangkan Christy waktu itu ia sudah bisa tidur sendiri.

"Gak usah bantah. Kakak gak suka dibantah."

Freya membeku, sedikit takut namun setelahnya ia mengangguk.

Freya membaringkan badannya di samping Chika yang masih duduk melihat Freya.

"Boleh peluk kakak, gak? Sekali aja sebelum Freya bobo, nanti gak lagi," kata Freya sambil menatap Chika dari bawah.

Chika menarik nafas, sudah lama ia tidak memeluk Freya. Chika sudah tidak pernah lagi mencium atau memeluk Freya seperti perlakuannya pada Christy. Chika meremas seprainya dengan kuat, sejahat itu kah ia, sampai-sampai Freya harus izin dulu untuk memeluknya.

"Boleh, kok, kenapa harus ijin, sih? Hahaha."

Freya kembali duduk dan langsung memeluk Chika. Semakin lama semakin erat.

Air mata Chika terjatuh. Rasa bersalahnya semakin terasa bahkan mungkin Chika sadar bahwa ia sudah memberi luka yang teramat banyak kepada Freya. Chika tak membalas, ia tidak bisa bergerak.

Freya melepas pelukannya. "Makasih, Kak," kata Freya dengan senyum manisnya lalu kembali membaringkan badannya dan mulai menutup mata.

Chika meringis melihat Freya yang perlahan menuju alam mimpi. Ia memutuskan untuk ikut tidur di samping adiknya.

ApologizeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang