4. Impas!

121 59 23
                                        

Bacanya pelan-pelan ya. Ini partnya agak panjang, selamat membaca!

Vote and coment nya ygy.

∆∆∆

Reno: Temui aku di tempat biasa setelah pulang kerja.

Nirmala membaca pesan itu setengah mengernyit, setelah pembahasan semalam yang hampir saja membuat Nirmala kehilangan kendali.

"Sinting!" Nirmala merasa gemas sendiri dengan kelakuan Reno yang seperti itu. 

''Kau kenapa?''

''Aku hancur!'' jawab Nirmala sekenanya ketika keluar dari kamar mandi. Melewati tubuh kekar seseorang dengan menuduk.

''Tapi masih utuh?'' jawabnya singkat.

Nirmala mendongak malas melihat siapa pagi-pagi yang mengajaknya berbicara, ah~ ternyata Rey. Tubuhnya yang jangkung itu membuat Nirmala mendongak hingga lehernya terasa sakit jika lama-lama melihat wajahnya, dengan malas Nirmala meninggalkannya.

''Dasar aneh!'' gumam Rey lalu masuk ke kamar mandi di bawah tangga. Nirmala mendengar Rey bergumam namun ketika Nirmala berbalik arah ingin menatapnya lagi. Pintu itu sudah tertutup rapat.

***

Byurrr

Nirmala terkejut mendapat siraman benda cair yang mulai mengalir, membasahi baju yang dikenakan. Nirmala memejamkan matanya, mencoba meredam emosinya dengan tenang ia juga meraih beberapa tisu di atas meja untuk ia gunakan mengelap wajahnya. 

''Aku adalah tunangannya!'' teriak perempuan yang berdiri tepat di depan Nirmala, wajah perempuan itu terlihat sangat kesal sekali dengan emosi yang menggebu.

''Bisa jelaskan ini soal apa?'' Nirmala masih berharap bahwa perempuan itu hanya salah orang.

"Kau selingkuhan Reno, kau yang harusnya menjelaskan?!'' ungkapnya lagi penuh dengan penekanan. Apa katanya? selingkuhan? ingin sekali Nirmala tertawa namun ia sadar bukan saatnya tertawa sekarang. Nirmala menghela nafasnya, mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan orang-orang mulai berbisik.

"Aku, bukan___?!" Suara Nirmala tertahan lalu mendengus ketika mengingat sesuatu, menatap perempuan yang ada di depannya, kini.

Nirmala tersenyum simpel, niat hati bertemu dengan Reno ingin mengkahiri hubungan dengannya; rupanya, ia tidak perlu mencari alasan untuk mengakhiri semuanya. Nirmala tersenyum smrik.

"Reno adalah tunangan ku. Kami akan segera menikah. Kalau aku sudah menjadi tunangannya itu artinya kau adalah selingkuhan Reno karena dia belum memutuskanmu. Kau selingkuhannya." ucapnya penuh penekanan.

"Aku sudah bertunangan dengannya beberapa bulan yang lalu..." tanpa sadar perempuan itu telah memberikan informasi yang masuk akal untuk di pecahkan oleh Nirmala sendirian.

Nirmala menghela nafasnya berat, rupanya sudah lama mereka bermain di belakangnya. Reno bertunangan dengan perempuan lain tanpa memutuskan hubungan dengan Nirmala. Dasar sinting!

"Dasar perempuan gatal!" Entah berapa kali Nirmala menghela nafasnya bahwa ia mulai tidak suka dengan perempuan yang ada di depannya, menyerangnya secara tiba-tiba seperti ini seolah Nirmala benar-benar selingkuhan Reno.

"Siapa yang kau sebut gatal? Aku atau dirimu sendiri?" jawab Nirmala dan langsung membuat perempuan itu naik pitam namun tidak melakukan apapun.

"Intinya, aku dan Reno akan segera menikah." Rahang perempuan itu mengeras.

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang