14. Tak Terduga!

60 49 19
                                        

Selamat membaca.
Jangan lupa vote dan komennya
Ygy.

∆∆∆




"Tunggu, jadi sebenarnya tidak ada aturan apapun!?"

"Tidak ada. Dia hanya sedang kesal saja karena aku salah posting fotomu di aplikasi insta dan Rey ngamuk!"

"Dan berakhir menghukum kita semua untuk mengerjaimu!"

"Sialan!"

"Aku terpaksa Nirmala!"

"Kenapa dia sampai seperti itu!"

"Sudah aku katakan sejak dulu. Dia itu menyukaimu, kau tidak percaya!"

"Hmmm."

"Kau masih tidak percaya sampai sekarang?"

Nirmal mendengus. "Kau benar. Dia memang menyukaiku sepertinya..."

"Tuh! Kan? Kau tidak percaya!"

"Aku percaya."

"Jadi, apa yang akan kau lakukan? Kau juga harus membuat keputusan Nirmala. Kau tahu kan, selama ini Rey tidak pernah dekat dengan perempuan manapun!"

"Ya. Aku tahu."

"Jadi, segeralah membuat keputusan! Aku ingin kalian bersama. Jangan takut akan hal-hal yang belum terjadi, Nirmala. Kau lihat sendiri kan, bagaimana Bunda dan Om William memperlakukanmu."

"Ya. Aku tahu."

"Besok aku harus bekerja. Jadi, tidak bisa menyusul ke sana. Ada jadwal operasi."

"Baiklah! Kau ya, yang memberi tahu Ardit dan Ken kita ada di sini?"

Emily terdengar mendengus di ujung telepon. "Kau tahu sendiri mereka! Kalau tidak di beri tahu mereka berdua menerorku! Mereka berdua itu sangat berisik!"

"Kau benar! Eh! Aku ada sesuatu untukmu. Aku yakin kau akan sangat terkejut melihatnya mungkin sampai menangis melihatnya. Bukalah, aku sudah mengirimkannya padamu!"

Dan benar saja di sebrang sana Emily sedang tertawa terpingkal-pingkal. Tertawa keras di ruang pribadinya. Satu menit bahkan sampai pada menit ke tiga Emily belum menghentikan tawanya melihat dua potret manusia dewasa penuh dengan lumpur. Wajah tampan mereka tertutup lumpur hitam.

"Kau yakin ini mereka!? Aku sama sekali tidak percaya mereka akan menjadi seperti itu, Nirmala! Bagaimana kau mendapatkannya HAHAHAHA!"

***

Bukan hal yang aneh bagi Ken dan Ardit bahkan Rey atau mungkin Nirmala. Jika ada gambar yang bagus. Lucu dan estetis sedikit saja sudah pasti Emily akan mengunggahnya di akun media sosialnya. Seperti halnya saat ini pagi ini di dalam mobil, baik Ardit dan Ken saling melepar pandangannya sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak mendapati potret dirinya sendiri seperti itu di akun media sosial Emily. Sial.

Mereka masih saja tertawa. Tertawa tetapi juga kesal lebih kesal lagi mereka tidak bisa melakukan apapun untuk sekedar marah saja sepertinya tidak bisa, jadi ya, sudah mereka tertawa saja sampai akhir. Ken itu memang seperti itu jika berhadapan dengan teman-temannya sangat jauh berbeda jika ia berhadapan dengan orang-orang di luar terutama ketika saat bekerja dengan Rey di kantornya. Serius dan dingin. Meskipun sesekali memang ia menggoda Rey ketika tidak ada siapapun.

"Gambar kita lucu! Sampai komentarnya pun lucu lucu!" Ken masih saja tertawa.

"Ada yang bilang...pengirim paket sekarang sudah pindah profesi jadi budak koin mandi lumpur! Ck. HAHAHA!"

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang