Selamat membaca
Vote and coment nya ygy.
∆∆∆
Setelah kejadian itu Nirmala banyak menghindari Rey, terlebih shift kerjanya menjadi siang jadi ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar, ketika jam jam Rey dan yang lainnya berangkat bekerja baru ia akan turun keluar dari kamarnya.
Saat Nirmala membiarkan Rey untuk mandi di kamar mandinya, Nirmala turun ke bawa untuk melanjutkan pekerjaannya namun di sana sudah bersih dan rapi. Sudah tidak ada ember pelnya lagi. Dan saat itulah ia merasa sedih dan merenung, tetapi tidak tahu bagian mana yang membuatnya sedih. Apakah ia akan berakhir sendirian? Meskipun memang ia bermain-main tetapi jauh dari dalam lubuk hatinya ia juga menginginkan sosok yang tulus menyanyanginya. Tetapi, bukankah sebuah karma itu tetap berjalan? Mempermainkan maka akan ada yang di permainkan. Entah bagian mana yang membuat Nirmala merasa sedih di antaranya ia tidak tahu pasti. Berakhir sendirian? tidak ada sosok yang tulus? Atau akan selalu di permainkan?
"Nirmala..."
Nirmala menoleh ke arah sumber suara namun ia sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat, wajah Reno lebam di beberapa titik. Tiba-tiba saja ia teringat dengan kata-kata Ken.
"Aku minta maaf, Nirmala." Ungkapnya, Reno menunduk seolah menyesal. "Aku minta maaf karena perbuatan Tania..."
"Aku juga minta maaf karena perbuatanku?" ucapnya lagi penuh kesungguhan.
"Selingkuhan?!" Nirmala tersenyum tipis, saat ini ia sudah mentralkan perasaannya pada Reno.
"Kenapa kau tidak melawan saat Tania memperlakukanmu begitu?" Reno kembali menatap Nirmala.
"Itu tidak akan mengubah apapun. Fakta kalau kau selingkuh dari aku itu sudah cukup." Jawab Nirmala tenang.
"Kau perempuan yang baik, Nirmala. Kau tulus dan tidak mudah membenci dan yang paling penting kau apa adanya aku menyukai perempuan sepertimu. Semua orang punya alasan untuk berbohong___" suara Reno dengan wajah lelahnya.
"Jadi menurutmu perselingkuhan itu di benarkan?!"
"Nirmala__ aku bukan menyangkal perselingkuhan. Aku memang menyukaimu tetapi apa yang aku cari tidak ada di dalam dirimu, apa yang aku cari ada pada Tania dan aku juga menyukainya. Kau perempuan berbeda yang aku perlakukan secara khusus dan tidak ingin kita berakhir begini, Nirmala."
"Jadi, yang kau maksud kebebasan itu adalah kebebasan dalam bercinta? Begitu? Seperti apa yang kau lakukan dengan selingkuhamu itu, kau bebas melakukan apapun terhadap dia!"
Perbedaannnya adalah karena perempuan itu mempunyai kebebasan yang bisa memberinya apapun sementara Nirmala tidak, jelas seperti itu maksud Reno. Nirmala menyeringai memikirkan sesuatu yang masuk akal dari pikiran liar laki-laki. Pikiran laki-laki yang masih tidak Nirmala mengerti, ego yang masih sulit untuk Nirmala pahami walau sudah di beri makan egonya pun, laki-laki kerapkali berpaling. Pikiran laki-laki penuh dengan antaberantah yang tidak akan pernah bisa Nirmala lalui sendirian. Tanpa sang empuhnya ia bisa saja tersesat atau bisa saja disesatkan. Sudah berlari jauh tubuhnya seperti mati rasa sulit bergerak dan perlahan akar-akar berjalan menyusuri tubuhnya. Melilit dan mencekik hingga mati.
"Pikiran laki-laki itu jelas mengerikan. Bisa melindungi satu perempuan yang di cintainya dari awal sampai akhir lalu menyakitinya kemudian dan yang paling mengerikan bisa melindungi perempuan yang di cintai tetapi merusak perempuan lain!" suara Nirmala berhasil menohok Reno.
"Seandainya kau mau pindah kost, semuanya tidak akan terjadi."
Nirmala menarik sudut bibirnya membentuk senyuman tipis. "Jadi, kau mau menyalahkan aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Nirmala (Selesai)
RomanceIni cerita tentang Nirmala yang tinggal di Rumah bersama, milik Rey. Ceria, cantik dan sedikit bar-bar. Di balik sikapnya yang ceria dan selalu berpikir positif ia menyimpan suatu masalahnya yang membuatnya sangat menghindari pernikahan. Ini juga ce...
