28. Intimate and Attaraction

7 6 3
                                        

Jangan lupa vote dan komennya ygy
Selamat membaca!

∆∆∆




Pagi yang cerah.

Sinar matahari pagi yang lembut menerobos melalui jendela kamar hotel dimana Nirmala sedang tertidur pulas sekali padahal matahari sudah mulai meninggi. Terasa hangat memang, sedikit menerpa kulit lengan Nirmala namun ia hanya menarik selimutnya sedikit lebih ke atas sampai menutup tubuhnya menyisahkan kepalanya saja. Gorden jendela yang lebar itu sengaja Nirmala tidak menutupnya semalam karena terlalu malas dan mengantuk jadi pagi ini ia di sambut oleh matahari pagi.

Mata Nirmala masih enggan terbuka, ia mengernyit begitu mendengar suara pintu berbunyi seperti orang yang akan mengakses untuk masuk, itu pasti Rey; semalam ia dan ketiga laki-laki itu berdebat alot menentukan akan tidur dimana dan bersama siapa, sialan memang bisa-bisanya mereka menyuruh Nirmala dan Rey tidur dalam satu kamar. Dan ujung-ujungnya Rey meminta kunci cadangan pada pihak hotel. Karena itulah Nirmala merasa was-was Rey datang ke kamarnya, jadi Nirmala tidak bisa tidur, menjalang pagi baru bisa memejamkan matanya.

"Nirmala..." panggilnya terdengar helaaan nafas di sana namun Nirmala tidak bergeming. Ia mendengar hanya saja untuk menjawab seolah rasanya berat sekali, lagi pula ini masih terlalu pagi.

"Aku akan ada meeting jam 9 nanti. Kau mau sarapan bersama atau nanti, hm?" suaranya Rey lagi dengan nada yang sangat lembut sekali bahkan laki-laki itu sudah duduk di sisi ranjang dimana Nirmala berbaring. Ia tahu bahwa Nirmala mendengarnya bicara terlihat dari gerakan pertama saat Nirmala sedikit menutup kepalanya saat dirinya masuk.

"Nirmala."

"Hmmm."

"Mau sarapan bersama atau..."

"Kalian pergi saja duluan. Aku nanti saja."

"Baiklah."

"Setelah sarapan aku akan pergi meeting bersama Ken. Kau bersama Ardit jangan pergi terlalu jauh. Aku akan kembali saat jam makan siang agar kita bisa makan siang bersama baru setelah itu kita bisa pergi bersama-sama ke tempat yang kau mau." Jelas Rey panjang kali lebar.

"Hmmm." Jawab Nirmala dengan suara serak.

Nirmala mengernyit begitu tidak mendengar pergerakan dari Rey bahkan suaranya membuka pintu saja tidak terdengar tetapi Nirmala tidak peduli ia melanjutkan tidurnya kembali saja dengan membuka sedikit wajahnya dan sedikit mengubah posisi tidurnya dengan menghadap ke jendela dengan rambut yang menutupi wajahnya dan tentu saja dimana Rey sedang duduk di pinggir ranjang. Sadar bahwa masih ada Rey, Nirmala masabodo saja.

"Kau sungguh tidak ingin pergi sarapan denganku, Nirmala?"

"Aku masih mengantuk Rey. Jangan ganggu aku!" dengan mata terpejam tangan Nirmala berusaha menyingkirkan tangan Rey yang berada di wajahnya.

Rey tersenyum tipis dan tanpa Nirmala sadari Rey sudah mencondongkan tubuhnya untuk mendekat ke wajah Nirnala dan siap mencuri satu ciuman di pipi mulus dan dingin milik Nirmala karena merasa Nirmala diam saja Rey melakukannya beberapa kali sampai membuat Niarmala mengerang kesal sambil menendang selimut dengan kakinya.

"Rey sialan!"

"Jangan mengumpat sayangku. Aku hanya mencium pipimu sebagai amunisi pagi ini agar aku lebih semangat dalam meeting karena kau tidak ikut."

Nirmala semakin menarik selimutnya untuk menutupi seluruh wajahnya. Tubuhnya. Dan tidak peduli dengan gelak tawa Rey karena jika Nirmala terpancing justru dirinya yang akan jatuh dalam perangkap Rey sekali lagi. Terlebih ini di kamar. 

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang