Selamat membaca ya.
Jangan lupa vote dan komennya
Ygy.
∆∆∆
"Nirmala. Tunggu, biarkan Mama yang menyetir, ya. Pak, tolong angkat semuanya ke dalam mobil saya, ya!" serunya menyuruh beberapa orang di sana untuk mengakut buruan laut hari ini. Kerang. Cumi. Udang. Ikan dan gurita.
"Tapi, Ma..."
"Tidak apa-apa. Sebaiknya kau kabari saja Rey, sejak semalam dia meneror Mama terus mengatakan kau ada dimana? Pusing Mama."
Nirmala terdiam dan menurut saja sampai ia duduk di bangku sebelah kemudi, di sebelah Yura, Mama Rey. Nirmala sudah mengirim beberapa pesan pada Rey namun hanya centang satu menelponnya namun tidak ada jawaban, sepertinya Rey sedang sibuk.
"Perjalanannya cukup panjang, Nirmala. Jadi kau santai saja di sana, ya, biarkan Mama saja yang menyetir. Kalau lelah Mama bisa istirahat kita cari rest area."
"Iya, Ma."
Nirmala juga mengirim pesan pada Emily tidak ada balasan. Emily mungkin sudah berada di rumah sakit sejak pagi tadi. Ardit dan Ken juga tidak bisanya molor membalas pesannya. Dan untuk pertama kalinya Nirmala marasa perasaannya di landa kekhawatiran, ada sesuatu yang terjadi pada lingkaran antara dirinya dan Rey.
"Ma..."
"Jika Rey tidak membalas pesan-pesanmu atau nomornya tidak aktif, mungkin dia belum membeli ponsel yang baru."
Nirmala menautkan kedua alisnya, "Sebenarnya ada apa?"
"Kau merasa ada sesuatu?" bukanya menjawab Yura justru bertanya pada Nirmala dan saat itu juga Nirmala mengangguk, ya, memang sepertinya sedang terjadi sesuatu.
"Rey melempar ponselnya dan tv di ruang keluarga juga pecah!" Yura mulai bercerita. Ekspresi Nirmala hanya mengangah tidak percaya Rey akan kehilangan kendali dirinya sendiri sampai melakukan hal itu.
"Dia sampai kehilangan kendali atas dirinya itu salah Mama karena memberi tahu dia kalau kau bertemu dengan Daniel..." Yura mengetatkan rahangnya, mencengkaram kemudinya dengan erat. Astaga. Pusing juga menghadapi anak yang jatuh cinta dan cemburu buta seperti ini. Ia pikir Rey akan memaklumi pertemuan mereka untuk menyelesaikan masalah yang belum terselasaikan saat itu.
"Ya ampun! Kenapa dia sampai melakukan hal seperti itu? Aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh dengan Daniel,"
"Sepertinya dia cemburu buta. Dia terlalu takut kau di bawa kabur sama Daniel. Dia terlalu takut kau akan kembali lagi dengan Daniel, jadi dia melempar ponselnya mengenai televisi besar di rumah."
"Apa dia benar-benar marah denganku, Ma?" entah mengapa untuk pertama kalinya Nirmala tidak ingin Rey marah apalagi sampai marah karena cemburu seperti itu dan mendiamkannya. Nirmala takut dan tidak ingin hal itu terjadi.
"Dia tidak akan marah denganmu. Memang selama ini Rey pernah marah?"
"Kalau yang benar-benar marah, sepertinya tidak pernah. Tapi masalah ini pasti sudah membuatnya marah sekali, kan?"
Yura tersenyum. "Dia tidak akan bisa marah padamu. Percaya dengan Mama."
"Apa kau masih mencintai Daniel?" tanya Mama Rey tiba-tiba.
Nirmala menatap ke arah wajah Yura yang tengah fokus mengemudi "Tidak."
"Mama mengerti. Kau dan Daniel memang saling mencintai dulu. Kalian sama-sama baik dan tulus bahkan dulu Mama mengharapkan kalian menikah loh tetapi tentu saja jauh sebelum Mama melihat anak Mama yang satu itu juga mencintaimu, jadi Mama pusing!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Nirmala (Selesai)
RomanceIni cerita tentang Nirmala yang tinggal di Rumah bersama, milik Rey. Ceria, cantik dan sedikit bar-bar. Di balik sikapnya yang ceria dan selalu berpikir positif ia menyimpan suatu masalahnya yang membuatnya sangat menghindari pernikahan. Ini juga ce...
