35. Epilog

14 6 3
                                        



Dear Nirmala ❤️❤️❤️

Hai! Istriku! Istriku yang paling cantik.

Ah, aku sepertinya tidak pandai dalam merangkai kata seperti ini, tetapi aku sudah berusaha untuk tetap menulisnya demi istriku tercinta hehehe.

Saat kau membaca tulisan aku ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi di sampingmu. Tidak banyak yang ingin aku ucapakan padamu, aku hanya...

Aku mencintaimu, sangat.

Terimakasih karena sudah menjadi istriku dan menjadi Ibu dari anakku. Aku mencintai kalian berdua. Nirmala, kau bukan hanya istri yang hebat untukku tetapi kau juga Ibu yang hebat untuk Clay.

Setelah aku sudah tidak ada lagi di sisimu, kamu boleh bersedih. Menangis. Tetapi sudahi setelahnya, jangan terlalu lama meratapi kepergianku ini, aku memang sudah pergi tetapi percayalah aku selalu berada di sisimu. Aku mencintaimu. Sangat.

Maaf aku membuatmu menangis. Aku menjadi orang yang tidak suka melihatmu menangis tetapi justru akulah yang membuatmu menangis. Bahkan sepertinya aku telah meninggalkan duka yang dalam padamu.

Aku minta maaf Nirmala. Seandainya aku bisa memilih, aku pun tidak ingin pergi seperti ini. Secepat ini. Di usia ini. Aku ingin lebih lama hidup denganmu dan Clay. Aku ingin melihat nya tumbuh remaja dan dewasa seperti ku.

Maafkan aku...

Pesanku, bahagia lah dengan Clay. Anak kita membutuhkanmu, maka bangkitlah segera dari rasa keterpurukan. Mulailah pada lembaran baru...kau tahu maksudku kan?

Sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuatmu menangis. Aku mencintaimu. Selalu.

Dari suamimu yang paling tampan.

***

"Ma...lapar,"

"Iya sayang, sebentar lagi ya..."

"Sini Biar Papa saja yang memanggangnya, kau bisa ambilkan nasinya terlebih dahulu untuk Clay," Wiliam mengambil alih panggangan daging baberque yang memang sebentar lagi akan matang. Melihat cucu kesayangannya merengek jadi tidak tega William langsung mengambil alih.

"Mama mau ambil nasi dulu ya, Clay mau di sini atau ikut Mama?"

"Aku mau ikut Ma...Ah, ada Om Ken! Aku di sini saja Ma," putus Clay akhirnya karena melihat Ken yang baru datang; Clay langsung berlari menghampiri Ken yang memang tersenyum lebar seraya merentangkan kedua tangannya menyambut Clay. Sepertinya rasa laparnya telah hilang.

"Om Ken! Kenapa baru datang?"

"Tadi ada urusan di kantor, jadi Om sedikit terlambat deh, Maaf ya. Clay sudah menunggu lama, hm?"

"Tidak juga. Tapi aku bosan Om,"

Ken terkekeh mendengarnya dengan gemas ia mengacak-acak pucuk rambut tebal Clay lalu tatapan matanya beralih menatap Nirmala yang kini sudah sibuk kembali dengan daging panggang, Ken tersenyum tipis ketika tiba-tiba melihat Nirmala memajukan bibirnya untuk meniup asap yang menguar di depannya. Lucu dan terlihat menggemaskan. Kebahagiannya terlihat kembali di raut wajahnya yang semakin hari semakin cantik dan terlihat awet muda. Sepertinya ia juga sudah menerima sebuah kehilangan.

"Ayo kita ambil makananmu!" ajak Ken ia meraih pergelangan tangan Clay untuk mendekati Nirmala.

"Clay belum lapar Om, ayo kita bermain dulu. Kata Mama dagingnya belum matang!" serunya seraya menarik tangan Ken untuk ia bawa ke taman yang tidak jauh dari teras rumah. Ken tersenyum melihat Clay begitu bahagia dan ceria sekali.

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang