Selamat membaca
Jangan lupa vote dan komennya
Ygy.
∆∆∆
"Masuk!" suara Bu Rara dari dalam. Nirmala menggeser pintunya dengan tenang ia kembali menutup pintu dan kembali membalikkan tubuhnya untuk menghadap Bu Rara namun begitu ia mengangkat kepalanya untuk menyapa bosnya tatapan matanya bertemu dengan seseorang yang ia kenal. Rey. Laki-laki yang berkirim pesan dengannya tadi.
Astaga!
Nirmala mengernyit, matanya menyipit sampai ia terlihat seperti sedang memejamkan mata karena memang matanya sudah sipit dan kecil. Ia menatap Rey yang kini sedang tersenyum, namun Nirmala mengabaikannya, mungkin Rey memang sedang ada urusan dengan bosnya ini; mengingat restorannya ini selalu di gunakan untuk acara-acara kantor dan lainnya. Mungkin kantor Rey sedang membutuhkan catering dari restoran di tempat Nirmala bekerja.
Sampai pada akhirnya sebuah kalimat memecahkan segalanya dan untuk mulai sekarang sepertinya Nirmala sudah harus memikirkan kemungkinan kemungkinan rencana sinting Rey dan tidak bermain-main dengannya.
"Kau tidak mengatakan bahwa kau akan pergi bulan madu dengan suamimu..." ucap Bu Rara seraya tersenyum manis.
Nirmala membulatkan matanya seketika, "A-pa? Bu-bulan madu?"
"Iya. Sampai suamimu menyusul ke sini untuk mengajakmu pulang," Ucapnya lagi lalu ia berkata lagi. "Libur lah sampai beberapa hari, aku mengijinkanmu."
"Bu..."
"Kalau begitu, kami permisi dulu." Ucap Rey sopan tetapi tidak sopan memotong ucapan Nirmala. Dengan seenaknya Rey meraih pergelangan tangan Nirmala dengan lembut lalu membawanya keluar ruangan Bu Rara.
Rey tersenyum melihat Nirmala sudah cukup sejak kemarin Rey merasa Nirmala sengaja menghindarinya dan kali ini ia tidak akan membiarkan Nirmala benar-benar menghindarinya.
"Rey, jika ada event kantor, boleh lah. Ke restoran kami. Sangat cocok untuk even-event kantor juga."
Rey tersenyum dan mengangguk. "Baiklah. Jika ada event kantor nanti manager saya yang akan menghubungi," Jawabnya dengan sopan.
"Ayo sayang!" Rey kembali melihat Nirmala yang sejak tadi bergerak ingin melepaskan diri dari cengkeraman lengan Rey. Sengaja Rey semakin mengeratkan pegangannya bahkan saat ini, tangan Rey sudah beralih pada pinggangnya, merengkuh pinggang langsing Nirmala.
"Rey! Lepas dulu. Aku perlu mengambil ta..."
"Terimakasih ya?" ujar Rey berterimakasih pada Rina yang memang membawakan tasnya dan di berikan pada Rey. Sial. Sejak kapan mereka bekerjasama. Rina hanya tersenyum lalu mengangguk.
Sepanjang berjalan menuju pintu keluar atensi restoran berubah menjadi menatap Rey dan Nirmala secara intens seolah mereka berdua telah keluar dari film. Astaga. Nirmala malu namun melepaskan diri dari rengkuhan tangan Rey rasanya tidak mungkin karena tangannya semakin erat saja.
Rey benar-benar membawa Nirmala ke arah dimana mobilnya di parkir kan, membuka pintu mobil dan mendorong lembut tubuh Nirmala. Ia tahu Nirmala memang tidak suka di perlakukan seperti ini bahkan sejak tadi tubuh nya sudah merespon pemberontakan, namun jika ia berputar ke bagian kemudi dan membiarkan Nirmala membuka pintu mobilnya takutnya Nirmala akan kabur. Posisi yang tidak aman untuk itu Rey sedikit memaksa Nirmala masuk dalam pengawasan nya.
"Katakan, kenapa kau sampai melakukan hal konyol seperti ini? Kau tahu kan, kau itu membohongi bos ku, Rey."
"Aku tahu."
Nirmala berdecak. "Lalu kenapa kau melakukannya. Bagaimana jika ia menganggap itu sungguhan."
"Tinggal membuatnya menjadi sungguhan saja, kan?" Rey tersenyum tipis,
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear Nirmala (Selesai)
RomanceIni cerita tentang Nirmala yang tinggal di Rumah bersama, milik Rey. Ceria, cantik dan sedikit bar-bar. Di balik sikapnya yang ceria dan selalu berpikir positif ia menyimpan suatu masalahnya yang membuatnya sangat menghindari pernikahan. Ini juga ce...
