29. Arsa (Kegembiraan)

8 6 3
                                        


Selamat membaca.
Vote dan komennya ygy.


∆∆∆

Setelah perjalanan bisnis, Rey benar-benar mewujudkan apa yang ia ucapkan pada Nirmala. Menikah. Pernikahan yang akan di gelar beberapa hari lagi sesuai tanggal yang di tentukan oleh kedua orang tuanya. Dan ia menyuruh Nirmala tinggal di rumah Mamanya agar lebih mudah mengurus segalanya karena memang semua hal keperluan pernikahan memang di rumah Mamanya.

Jarak kantor dan kampus memang sedikit jauh dari rumah Mamanya namun bagi Rey tidak masalah karena yang paling penting di sana ada Nirmala. Bisa di bilang mau dimanapun tempatnya dan sejauh apapun Rey tetap akan menghampiri asal di tempat itu ada Nirmala.

"Nirmala dimana, Ma?"

"Di kamar."

"Aku mau menemuinya..."

"Kau sudah membereskan pekerjaan di kantor?"

"Sudah. Tinggal beberapa berkas lagi yang belum aku cek, mungkin nanti siang, Ma." Jawab Rey ia juga menyerahkan beberapa berkas lagi pada Ken dan Ardit, meminta tolong pada mereka sepertinya ide yang bagus. Terutama mengerjai Ardit, sesekali sepertinya laki-laki itu harus di biarkan bekerja mengurus berkas-berkas rumit. Kan, lumayan memanfaatkan otaknya yang jenius yang tidak pernah di gunakan.

"Sebaiknya kau juga harus berhenti mengajar di kampus, Rey. Pekerjaan di kantor saja sudah banyak di tambah lagi kau masih mengajar puluhan mahasiswa, kau akan tidak mempunyai waktu dengan Nirmala, nanti."

"Iya Ma, rencananya Rey juga mau berhenti mengajar..."

"Setelah kalian menikah nanti Mama akan membuat Nirmala mengikuti program kehamilan. Mama juga akan memberikan vitamin..."

"Ma..."

"Mama sudah bilang pada Nirmala dan dia mau. Jangan halangi Mama, lagi pula Nirmala juga setuju. Kau terlalu merasa tidak enak hati berlebihan padahal dia biasa saja."

"Kan kita tidak tahu isi hati manusia, Ma. Aku tidak tahu isi hatinya,"

"Dia baik-baik saja, Rey."

"Kalau semua yang Mama lakukan tidak membuahkan hasil, jangan terlalu memaksanya. Aku tidak ingin Mama terlalu memaksanya."

"Iya, Mama paham. Kita harus mencobanya lebih dahulu itu yang paling penting. Jangan menyerah dulu, Mama tidak akan memaksanya. Sudah sana temui Nirmala."

"Papa dan Mama akan mencoba dan mengusahakannya untukmu dan untuk Nirmala, Mama dan Papa memang tidak masalah tetapi sebagai seorang calon Ibu, Mama tahu perasaan Nirmala, Rey. Dia pasti juga menginginkannya___"

"Baiklah."

Rey meninggalkan Mamanya yang sedang mengadon sesuatu di baskom entah apalagi yang akan Mamanya itu buat. Hobinya selalu membuat makanan dan memasak di dapur, seperti tidak pernah bosan selalu berada di dapur setiap saat. Dapur sudah seperti sahabat sejatinya.

Rey menuju kamar Nirmala di lantai dua. Rey membuka gagang pintu kamar Nirmala setelah mengetuk pintu dan mendapat ijin masuk karena sepertinya Nirmala sedang tidak ingin berjalan dan membuka pintu. Benar saja, Nirmala sedang duduk di atas ranjang dengan kedua kaki di luruskan dimana sebuah bantal juga berada di atas pahanya menyanggah tangan yang tengah membalik halaman buku.

"Kalau kau kemari hanya untuk mengangguku, keluar saja. Aku sedang tidak ingin di ganggu."

Rey memutar bola matanya, lalu untuk apa dirinya di persilahkan masuk tadi kalau sedang tidak ingin di ganggu namun Rey tetap Rey, ia mendekati Nirmala. Pra pernikahan begitulah judul buku yang sedang Nirmala baca; Rey tersenyum lebar membaca judul buku yang sedang di baca Nirmala bahkan ia tampak sangat serius sekali membaca.

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang