32. Berakhir

14 7 3
                                        


Baca. Resapi. Lalu vote dan komennya ygy hehe.

∆∆∆

Pukul delapan malam Nirmala menikmati waktunya duduk di ruang keluarga sendirian Papa William sudah beristirahan di dalam kamarnya. Yura dan Emily sedang pergi ke butik dan belum kembali juga hingga saat ini. Nirmala memilih menonton film Twilight saga dan sesekali ia memeriksa ponselnya sejak beberapa menit yang lalu Nirmala memang sudah berkirim pesan dengan Dea. 

Kasihan juga pikir Nirmala. Lama-lama Nirmala merasa iba mendengar bahwa Dea mengalami mual dan muntah tetapi ketika Nirmala membalas dan beberapa kali pesan suara, setidaknya, katanya mual dan muntah Dea sudah lebih baik. Saat ponselnya berdering tertera nama Dea yang memanggil dan saat itu pula Nirmala di kejutkan oleh seseorang yang datang dengan wajah yang____babak belur.

"Rey! Apa yang terjadi?"

Nirmala mengabaikan panggilan Dea dan memilih fokus pada Rey yang memang sudah berada di depannya saat itu, tiba-tiba saja tubuhnya di peluk erat. Wangi parfumnya menyeruak membuat Nirmala merasa nyaman, Rey memeluk Nirmala dengan posesif seolah tidak menginginkan Nirmala pergi kemanapun. Padahal ia sudah memberitahu Mama dan Papanya tidak akan kemari tetapi Rey tetap tidak peduli.

"Biar aku obati lukamu, hm?" ujar Nirmala sepertinya Rey masih belum ingin bercerita apa yang terjadi, padahal beberapa hari lagi akan menikah wajahnya justru babak belur seperti itu.

"Aku merindukanmu." Gumam Rey lirih ia semakin mengeratkan pelukannya, menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Nirmala.

Dalam pelukan Nirmala mengernyit bukan kah baru kemarin bertemu?Seperti nya laki-laki yang sedang jatuh cinta itu selalu mudah mengatakan kerinduan nya.

"Aku tahu. Jelaskan dulu ada apa dengan wajahmu? Kau berkelahi?"

"Hm."

"Dengan siapa?"

"Bajingan gila."

"B-bajingan gila?"

"Hm." 

Nirmala mendengus dan berusaha melepaskan pelukan Rey alih-alih melepaskan Rey justru menghempaskan tubuhnya ke sofa panjang dengan tetap memeluk Nirmala, jadi, posisi ambigu terlihat semakin jelas, dimana Nirmala kini berada di pangkuan Rey. Rasa tidak nyaman menyelimuti perasaan Nirmala.

"Aku akan mengobati lukamu lebih dulu."

"Tidak perlu. Jangan pergi kemanapun!"

"Aku hanya mengambil obat Rey."

"Nanti saja."

"Sebenarnya kau berkelahi dengan siapa sih!?"

"Sudah aku katakan dengan bajingan gila!"

"Bajingan gila yang kau sebut itu manusia kan, bukan setan kan?" seru Nirmala menjadi kesal sendiri karena Rey tidak segera mengatakannya. 

"Apa kau berkelahi dengan Daniel?" tebaknya, ia mengingat ucapan Emily tadi pagi.

Rey terdiam begitu Nirmala menyebut nama Daniel. Sial. Mengingatnya saja membuat Rey malas menjelaskan apapun saat ini suasana hatinya sedang buruk, pagi-pagi sekali saat Rey sudah tiba di kantornya ia kedatangan tamu yang tidak di undang. Daniel. Karena pada awalnya memang perusahaannya sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan Daniel saat kedatangannya pun Rey masih berpikir bahwa itu mengenai pekerjaan, karena Daniel sudah berjanji tidak akan menganggu kehidupan Nirmala lagi begitupun dengan Mamanya Daniel yang sudah di tegaskan jangan mengusik Nirmala lagi. 

Namun, dugaannya salah begitu pembahasan mengenai pekerjaan selesai Daniel mengungkapkan keinginannya yang tidak masuk di akal Rey.

"Satu hal lagi...tetapi, aku minta kau jangan salah paham, Rey. Aku meminta ini karena istriku, Dea sedang mengandung."

Dear Nirmala (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang