"Kalian udah bawa alat kebersihan kan?"tanya Marsya
"Udah kak."
"Oke sekarang kalian boleh bersihin sekolah ini, silahkan bubar."semua pun pergi meninggalkan lapangan
Nadya mendekati Fiki dan Marsya untuk ikut menjelaskan semuanya.
"Maaf kak, Okta telat gara gara saya."ucap Nadya
"Lo nggak usah jadi pahlawan, mau ikut dihukum juga?"tanya Fiki
"Nggak kak."jawab Nadya sambil menggelengkan kepalanya
"Udah lo sana aja Nad, ini urusan gua."ucap Okta
"Gua nggak tega liat lo dihukum Ta."ucap Nadya, Marsya tersenyum melihat solidaritas antara Okta dan Nadya
"Nadya lebih baik lo kumpul sama yang lain ya, gua pastiin teman lo nggak akan dapat hukuman yang berat."ucap Marsya
"Makasih banyak kak."Nadya pun pergi meninggalkan Okta
"Sekarang lo lari keliling lapangan sebanyak 10 kali."ucap Fiki
"Fik apa nggak keterlaluan?"tanya Marsya
"Kita lagi MOS loh, bukan lagi nyiksa orang."sambung Marsya
"Menurut gua ini hukumannya nggak berat kok dan gua yakin dia sanggup."ucap Fiki
"Terserah lo aja."ucap Marsya
"Saya sanggup kak."ucap Okta
"Yaudah jalanin hukumannya sekarang."Okta pun mulai berlari
Anak kelas 11 sedang melakukan pelajaran Olahraga, Fenly melihat Okta yang berlari.
"Itu cewek yang tadi nabrak gua kan?"pikir Fenly
"Lo lagi liatin siapa Fen?"tanya Ricky
"Oh nggak kok."jawab Fenly
Fenly sangat terpesona dengan kecantikan Okta.
"Cantik banget."ucap Fenly sambil tersenyum
"Fenly kenapa kamu diam aja, ayo mulai."Fenly terlupa dia sedang melakukan pengambilan nilai basket
Fenly memasukan bolanya kedalam ring basket.
"Bagus Fenly, kamu boleh istirahat disana. Sekarang giliran kamu Ricky."Ricky pun melakukan hal yang sama dengan Fenly
Setelah mengambil nilai Ricky pun menghampiri Fenly.
"Lo daritadi liatin siapa sih?"tanya Ricky
"Ada deh."jawab Fenly
Okta sudah berlari sebanyak 7 putaran dia pun menghentikan langkahnya karena cape.
"Hei kenapa diam aja, ayo lari lagi."teriak Fiki
"Fik lo kayaknya keterlaluan banget deh, kalau tuh anak kenapa napa gimana."ucap Marsya
"Udah tenang aja nggak bakal terjadi apa apa kok."jawab Fiki
Fenly merasa kasian dia pun menghampiri Okta.
"Kayaknya lo cape banget, nih minum."ucap Fenly
"Nggak usah kak makasih."Okta pun mulai berlari kembali
"Fenly ngapain kamu disana? Mau modus sama adek kelas ya."
"Nggak kok pak."
Okta sudah menyelesaikan hukumannya dia sudah berlari sebanyak 10 putaran.
Bibirnya terlihat pucat, badan Okta terasa lemas. Okta lupa sarapan karena terburu buru, kepalanya terasa pusing.
Okta sudah tidak kuat lagi dia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri. Semua yang berada disana sangat khawatir dengan keadaan Okta, terutama Nadya.
KAMU SEDANG MEMBACA
365 HARI
RomanceSelama 365 hari Naren dan Jihan bersama, dan Naren membuat hidup Jihan berubah. Tapi semuanya berubah ketika orang yang paling Jihan sayangi pergi meninggalkannya.
