Chapter Six

162 48 15
                                        

Pain changes people. Some become rude, and some become silent...

"Cantik sekali nak bunganya..."

Kata seseorang nenek tua yang mengagetkan lamunan Jenna di dalam bus.

Jenna menoleh, sedari tadi dirinya hanya menatap kosong jalanan Ibukota di dalam bus ini, hingga tak sadar kalau tempat duduk disebelahnya sudah diisi oleh nenek tua berbadan gempal yang nampak masih sangat sehat.

"Ooh.., ini..." Jenna menjawab sambil memegangi bunga lily yang sedari tadi dipeluk dipangkuannya.

"Bunga lili ya?" Tanya nenek tua itu ramah.

"Iyaa nek..." Balas Jenna ramah dengan senyuman.

"Kamu mau ke suatu acara, nak?" Tanya Nenek itu.

Jenna terdiam sebentar lalu tersenyum lebar sambil menjawab, "aku mau bertemu Bundaku, Nek..."

"Wah, Bundamu pasti senang sekali punya anak yang kasih bunga secantik ini. Dia suka bunga lili?" Tanyanya

"Iya nek, Bundaku suka semua jenis bunga, tapi bunda paling suka bunga lili..." Jawab Jenna sambil mengenang Bundanya.

"Bundamu pasti orang yang hangat dan baik yaa.." Kata Nenek itu

Jenna menatap Nenek itu.

"Bunga Lili punya arti yang indah. Lili artinya kesetiaan dan kemurnian jiwa. Nenek yakin pasti ibumu persis dengan arti bunga ini, mengingat dia suka sekali dengan lili..." Kata Nenek itu lagi sambil tersenyum kepada Jenna.

Jenna tersentak sejenak, hatinya membuncah gembira walaupun ada rasa sedih jika mengenang Bundanya. Jenna tersenyum lebar sekali kepada nenek itu. Berkat Nenek ini hatinya terasa hangat.

Pssstttt...

Pintu Bus terbuka. Jenna melangkah keluar dari Bus. Kemudian tersenyum hangat sambil melambaikan tangan ke arah Nenek yang tadi duduk disebelahnya. Nenek itu masih akan turun di Tiga Halte lagi.

Jenna berjalan ke arah tempat yang ditujunya, masih beberapa jarak dari Halte tempat dia turun barusan ini. Kemudian tidak lama, dia sampai di suatu tempat.

Taman Pemakaman Umum Yayasan Kasih Wanita

"Assalamualaikum Bunda..." Kata Jenna halus sambil mendekat ke arah makam Ibunya.

"Selamat Ulangtahun Bun..., maafin aku kesiangan hehe..." Kata Jenna sambil meletakkan buket bunga lili kesukaan Bundanya.

Tetapi Jenna terkejut dengan adanya dua nuket bunga lily lain yang ada disitu.

"oh?" Gumam Jenna heran.

Kemudian dia mengambil satu persatu buket bunga lily itu. Buket pertama ada buket lily pink yang sangat besar dan mewah. Lebih besar, dengan bunga yang lebih banyak dari yang dibawanya.

"Wah.., ini pasti buket mahal..." Gumam Jenna.

Kemudian tangannya meraih buket lain. Buket itu berbeda dengan buket besar yang tadi. Hanya berisi 3 helai bunga lily yang sudah mekar dengan cantiknya, lily putih.

"Siapa?" Jenna bertanya-tanya sambil memikirkan beberapa kemungkinan orang yang akan datang.

Dua buket bunga itu terlihat masih segar dan wangi. Pertanda bahwa dua orang yang membawa buket ini pun juga baru datang berkunjung ke makam Bundanya. Jenna dengan cepat berdiri dan melihat ke arah sekitar. Namun nihil, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada beberapa orang yang mengunjungi makam kerabatnya masing-masing.

What Happens When You DieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang