Chapter Thirty Two

55 9 1
                                        


"Saya ngga sadar kapan awalnya saya mulai suka sama kamu..." lanjut Bayu, "tapi..., belakangan ini saya rasa..., Saya benar-benar suka kamu..."

Jenna menatap wajah Bayu dengan mata yang terbelalak karena terkejut.

Bayu kemudian menyeruput teh hangatnya, berusaha menetralkan detak jantungnya yang begitu kencang. Entah sikap impulsif apa yang membuat dia mengakui perasaan cintanya hari ini, yang tanpa rencana dan tanpa disengaja itu.

Seperti yang Bayu ketahui, sepertinya kekhawatiran alam bawah sadarnya itu benar adanya. Dia tau ada hubungan special yang terjadi antara Dion dan Jenna belakangan ini, maka munculah reaksi spontan tadi. Reaksi yang muncul tiba-tiba karena merasa, setidaknya, dirinya perlu untuk mengambil langkah berani menunjukkan perasaan sukanya itu kepada Jenna.

"..." Jenna masih tidak bisa berkata-kata.

Hal ini benar-benar tidak diduga oleh Jenna. Bayu, atasan yang bagai kakak baginya, sekaligus teman dekat dari kekasihnya mengungkapkan rasa cintanya kepada Jenna. Benar-benar sesuatu yang mengejutkan. Jenna tidak bisa bereaksi untuk sesuatu yang tidak pernah dipikirkannya akan terjadi ini.

Untuk sementara perilaku Bayu ini membuatnya lupa akan Dion yang sedari tadi membuatnya cemas.

Bayu pelan-pelan memberanikan diri menatap Jenna yang masih terkejut. Suasana menjadi sedikit canggung dan kikuk.

"Kamu gak perlu menjawab apapun kalau kamu bingung..." Kata Bayu memecah keheningan diantara mereka. "Saya cuma pengen kamu tau perasaan saya, itu aja..."

Jenna masih terdiam sambil menatap Bayu. Kemudian Bayu menatap Jenna, dan sambil tersenyum santai seperti tidak ada apa-apa Bayu kembali berkata, "jangan buat hal ini bikin kamu canggung ke saya ya..."

......

Life isn't so fair for all of us...

Dion terduduk diam dalam keadaan basah kuyup di sebuah halte. Pikirannya kosong, dia hanya menatap hujan deras yang terus mengguyur daerah ini dengan derasnya.

Mendadak sekelebat ingatan yang dia coba lupakan itu kembali ke dalam kepalanya. Kejadian tepat setelah Ibu Dian dinyatakan meninggal dunia...

Klek..

Dion membuka pintu ruang operasi dengan pikiran dan tatapan yang kosong, kakinya melangkah dengan gemetar, napasnya sesak, alam bawah sadarnya membawa dia bergerak untuk keluar dari Rumah Sakit ini. Beberapa perawat yang melihat Dion hanya saling menatap kebingungan.

Tangan Dion yang dingin dan gemetar itu meraih knop pintu UGD yang menuju ke arah ruang tunggu keluarga pasien. Namun tangannya tiba-tiba terhenti ketika mendengar suara seorang gadis dari arah ruang tunggu...

"Bundaa..., Bunda saya gimana Dok?" Tanya sesosok gadis dengan suara bergetar dari luar sana.

"Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Ibu kamu, tapi..." Jawab seseorang yang dipanggil 'Dokter' oleh gadis itu.

'Bagas?' Hati kecil Dion bergumam begitu mendengar suara laki-laki yang sangat jelas itu adalah suara Bagas.

"Maksud..., Maksud Dokter, Bunda sayaa.." Balas gadis itu dengan napas yang tersengal.

Mendengar percakapan pilu itu dari balik pintu, dada dion terasa ngilu. Diremasnya knop pintu UGD dengan segala emosi yang sedikit lagi hampir meledak.

What Happens When You DieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang