Pukul 05.00 Pagi...
"Selamat Pagi Pak, Saya wali dari Dion..."
Suara seseorang yang tersengal-sengal terdengar di ruangan, memecah suasana tegang dan sunyi di ruangan ini. Kantor Polisi.
Dion dan Jenna menoleh bersamaan, diikuti dengan satu Polisi yang duduk di meja kerjanya. Dion menelan ludah.
'Mampus gue.' Batin Dion
Di sisi lain, Jenna yang sedari tadi memandang dengan sengit ke arah seseorang aneh bernama Dion ini, mendadak menundukkan pandangan begitu dilihatnya Pak Bayu. Pikirannya campur aduk, Bagaimana jika Pak Bayu marah? Bagaimana jika Pak Bayu benar-benar mengira dia sebagai Pencuri? Dan segudang pertanyaan lainnya berputar di kepala Jenna.
"Baiklah, Pak Bayu.., tadi saya sudah jelaskan di telepon kronologi kejadiannya kurang lebih..." Kata Pak Polisi itu.
"Iya Pak..." Balas Bayu.
"Sepertinya terjadi kekeliruan ya, mungkin Bapak bisa bantu saya untuk konfirmasi kejadian ini." Kata Pak Polisi itu sambil melihat Dion dan Jenna secara bergantian dengan tatapan kesal.
Kemudian Bayu dengan tatapan kesal menoleh ke arah Dion. Dion mengalihkan pandangannya dengan cepat begitu tatapannya bertabrakan dengan Bayu. Kemudian Bayu melihat Jenna yang nampaknya tidak berani menatap ke arahnya.
"Iya pak, benar ini semua kesalah pahaman. Jenna itu pegawai saya, memang saya beri perintah untuk masuk malam hari ini, ada pekerjaan yang harus diselesaikan..." Karang Pak Bayu, entah darimana datangnya ide itu.
Jenna menoleh dengan kaget ke arah Pak Bayu. Dia menatap heran, kenapa Pak Bayu membelanya?
"Kebetulan malam ini, teman saya yang sudah saya anggap seperti adik sendiri ini janjian dengan saya di toko Pak. Mungkin dia kaget begitu lihat ada Jenna di sana, karna saya lupa kasih tau ke Dion. Makanya dia kaget mungkin Pak, hahaha...." Kata Bayu sambil merangkul leher Dion sok asik dan dengan tawa yang terdengar dipaksakan.
"Aaahh..., ahahahhaha iya pak saya kaget, Pak. Saya takut toko teman saya ini kemalingan Pak hahahaha..." Sambung Dion.
Pak Polisi itu hanya memandang kesal ke arah Dion dan Bayu yang nampak seperti kakak-adik yang bodoh baginya. Dumb and Dumber.
.....
"Bener-bener emang kebiasaan lo ya bikin gue kesel? Hobi apa gimana?" Tanya Bayu sambil menyetir mobil.
Dion yang duduk di kursi sebelahnya menjawab, "Gue udah nelpon lo semalem, lagian kenapa gak lo angkat.."
"Hhh..." Balas Bayu dengan helaan napas kesal.
"Gue mana tau kalo ada orang disana..." Jelas Dion.
Bayu melihat ke kaca spion tengah ke arah kursi belakang. Melihat ke arah Jenna yang sedari tadi di tidak berbicara apapun.
"Jen..." Panggil Bayu sambil sesekali melihatnya dari kaca spion tengah.
Jenna menoleh melihat ke arah Bayu.
"Ngga pa pa?" Tanya Bayu.
"Ngga pa pa pak..." Balas Jenna sambil tersenyum tipis.
Jenna makin merasa bersalah, terlebih lagi Pak Bayu tidak bertanya apapun padanya, tentang mengapa dia tidur di kedai kopinya. Pak Bayu benar-benar tenang.
"Pak..." Panggil Jenna.
Pak Bayu melihatnya lagi dari kaca spion tengah. Sedangkan Dion hanya menatap ke arah jalanan di depannya, namun telinganya mendengarkan dengan seksama percakapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Happens When You Die
Novela Juvenil"Terus kenapa kalo ketinggian?!" Dia menjawab dirinya sendiri sambil berteriak kencang. "Apa salahnya mati dari lantai 5?!" Suaranya bergetar. Ingin menangis tapi sudah terkuras air matanya karena terlalu sering menangis. Gadis itu kembali membulatk...
