"Terus kenapa kalo ketinggian?!" Dia menjawab dirinya sendiri sambil berteriak kencang. "Apa salahnya mati dari lantai 5?!"
Suaranya bergetar. Ingin menangis tapi sudah terkuras air matanya karena terlalu sering menangis.
Gadis itu kembali membulatk...
Dion melepas helm-nya. Dia tepat berhenti di depan Coffee Shop Bayu. Setelah berhasil meminjam Vespa Sprint Blue milik Bagas tadi, Dion langsung berlari menuju parkiran dan mengendarai-nya kesini. Karena Ibunya, Porsche-nya harus ditarik sebagai bentuk hukuman karena tidak datang menemui Emily waktu itu.
Namun, berkat Ibunya itulah, sepertinya date dengan menggunakan motor tampak menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan baginya, apalagi dengan seorang gadis yang untuk pertama kalinya membuat Dion penasaran dan gugup.
Di lihatnya jam di tangan kirinya, pukul 01.00, pagi buta. Waktu yang cukup aneh dan random untuk mencari ayam goreng. Dion tersenyum. Kemudian merogoh handphone-nya, dan mengetikkan suatu pesan.
Aku udh di depan.
Tak lama dari itu, pintu Coffee Shop terbuka. Jenna keluar dengan sweater rajut dan celana boyfriend jeans- nya.
Dion tersenyum menyambutnya.
"Ayo naik..." Kata Dion sambil menyerahkan helm ke Jenna.
Entah mengapa Jenna merasa canggung ketika beberapa menit lalu Dion mengajaknya keluar secara mendadak. Sesuatu seperti menggelitik hatinya. Belum lagi ini hari minggu pagi, weekend dan keluar di pagi buta seperti ini.
'Ini seperti date kah?' Dalam hati Jenna.
'Bukaann..., bukaaan. cuma cari ayam goreng!' Sahutnya lagi dalam hati berusaha meluruskan pikirannya.
Apalagi melihat Dion datang menjemputnya dengan wajah yang, sialnya, tampan itu, membuat Jenna makin kikuk. Apalagi ini kali pertamanya keluar di pagi buta seperti ini. Dengan laki-laki yang cukup mempesona.
Jenna mengambil helm yang disodorkan Dion ke arahnya. Tak lama kemudian mereka berangkat.
.....
"Dion, kok ngga sampe-sampe? Beli ayam di mana sih?" Kata Jenna setelah hampir sejam perjalanan.
Dion menoleh.
"Beli ayam dapet bonus sunrise..." Kata Dion sambil tersenyum.
"Hah?" Jenna terkejut.
"Tidur aja kalo ngantuk, pegangan yaa..."
Jenna yang nampak bingung hanya bisa melongo mendengar jawaban manusia random yang penuh spontanitas dan kejutan ini.
Perlahan Jenna tertidur ditengah perjalanan, hawa malam hari yang sejuk dan tak terlalu dingin ini membuatnya mengantuk. Dilingkarkan tangannya secara refleks ke pinggang Dion, dan disandarkan tubuhnya ke punggung Dion.
Dion terkejut.
Namun dengan senyum mengembang Dion meraih tangan Jenna dan memastikannya melingkarkan tangan dengan erat dan aman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.