"Terus kenapa kalo ketinggian?!" Dia menjawab dirinya sendiri sambil berteriak kencang. "Apa salahnya mati dari lantai 5?!"
Suaranya bergetar. Ingin menangis tapi sudah terkuras air matanya karena terlalu sering menangis.
Gadis itu kembali membulatk...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Sumber Gambar : Pinterest)
Tiiinnnnn...!!
Bayu menekan klakson mobilnya dengan tidak sabar. Raut wajah gelisahnya terlihat sangat jelas di balik kemudi.
Setelah menemukan fakta yang mengejutkan itu Bayu bergegas berlari mengambil mobilnya dan berusaha menemukan Dion yang sampai saat ini masih tidak dapat dihubungi.
Bayu hanya bergerak tanpa arah, dia mencari Dion di tempat biasa Dion datangi. Coffee Shop, Lapangan Futsal, sampai tempat les Jui-jitsu mereka dulu pun di datanginya. Namun sayangnya, tidak juga ditemukannya sosok Dion disana.
Dengan sorot mana yang terlihat menyesal, Bayu menundukan kepalanya. Ditengah-tengah kota Jakarta yang dilanda kemacetan, di dalam mobilnya Bayu menyesali keegoisannya. Tapi di sisi lain, dirinya belum ingin menyerah begitu saja. Setidaknya dia harus memperjuangkan Jenna yang juga begitu disayanginya.
Tapi..., Tetap saja. Dion adalah sahabat yang dia anggap sebagai adiknya sendiri selama ini. Pertama kali dalam hidup Bayu, sisi ego-nya mengalahkan logikanya. Bayu sadar dia berada di antara dua orang yang terikat oleh the red string of fate, tapi...
Drrttt... Drrrtt...
Handphone Bayu bergetar kencang.
Tertulis di layarnya panggilan masuk dari Dion.
Dengan cepat diangkatnya sambungan telepon itu dan dengan cekatan Bayu mengarahkan kemudinya sudut kiri jalan dan menghentikan laju mobilnya.
"Halo? Yon??" Tanya Bayu dengan nada khawatir.
"..." Tidak ada jawaban dari Dion.
"Yon, lo dimana??" Tanya Bayu panik.
"Tenang, Bay. Gue gak kenapa-napa kok." Jawab Dion sekenanya.
"Trus lo dimana? Kamar lo kosong, barang-barang lo juga. Ada apa???" Tanya Bayu masih dengan sisa rasa paniknya.
"Bay..., gue mau minta tolong sama lo..." Kata Dion dari sebrang telpon.
......
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.