"Lisa, anak Mami yang cantik. Mami bakal kangen banget sama Lisa, karena sekarang Lisa udah menikah dan kita udah gak tinggal serumah lagi" Dara menggenggam tangan putrinya erat.
"Mih..."
"Dan kamu pasti bakal ikut sama suami kamu. Gak ada lagi yang bisa Mami marahin kalau kamu telat bangun kesekolah"
Doyoung, suami Lisa memutar bola matanya malas.
Kapan nih drama selesai
"Mih..."
"Iya anak Mami yang cantik"
"Rumah kita cuma beda lima langkah" Lisa menunjuk sebuah rumah di belakangnya.
Dara tertawa kemudian mengusap kepala Lisa. "Mami terlalu berat untuk ngelepas kamu. Jadi Mami sampe lupa kalau rumah kita cuma beda lima langkah"
Lisa mendengus. "Mami ada-ada aja"
Gadis itu kemudian masuk meninggalkan Dara untuk membereskan barang-barangnya.
"Doyoung" panggil Dara, saat melihat lelaki itu yang hanya diam saja dari tadi.
"Iya tante"
"Panggil Mami aja kan kamu sekarang menantu Mami"
Doyoung tersenyum canggung. "Iya Mih"
"Kamu inget pesan Mami ya, jangan sentuh Lisa sampai dia lulus sekolah. Ngerti?"
Doyoung mengangguk kemudian menyusul Lisa yang sudah terlebih dahulu masuk.
"Semoga aja Doyoung gak kelepasan"
***
"Idih apa ini?" Lisa mengerutkan keningnya jijik saat melihat kamar tidurnya yang terdapat banyak kembang-kembang di atas tempat tidur.
"Sesajen" jawab Doyoung acuh. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Njirr siapa yang narok kembang-kembangan di sini? Kurang kerjaan" Lisa melempar seluruh kembang yang ada di tempat tidur asal. "Gue mau tidur keluar"
Lelaki itu menatap Lisa malas. "Ogah, lo aja sana tidur di luar"
"Males"
"Yaudah tidur"
Ini semua karena wasiat dari Papi Lisa sebelum meninggal. Yaitu, menikahkan Lisa dengan Doyoung, tetangganya.
"Geseran dikit sempit!" Lisa menendang pinggang Doyoung agar lelaki itu sedikit menggeserkan badannya karena ia terlalu memepetkan badannya ke Lisa.
Doyoung melirik Lisa sekilas kemudian memejamkan matanya. "Bisa diem gak? Gue lagi mode off kalo sampe gue mode on, abis lo sama gue"
Lisa langsung mengatupkan bibirnya. "Siap bang jago"
***
Pagi harinya Lisa terbangun karena mendengar suara gemercik air, dan sudah pasti itu Doyoung. Gadis itu duduk di tepi tempat tidur untuk mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.
"Eh anjir sekolah" gadis itu panik saat melihat jam di atas nakas sudah pukul setengah tujuh.
"Woy Lis lo udah bangun?" teriak Doyoung dari dalam kamar mandi.
"Menurut lo? Cepetan gue mau mandi, mau sekolah"
"Ambilin gue handuk. Gue lupa bawa" Doyoung tersenyum miring di dalam kamar mandi.
"Idih ambil sendiri, siapa suruh gak bawa handuk" omel Lisa.
"Lo mau gue keluar telanjang? Oke gue keluar sekarang nih ya" ancam Doyoung. Lelaki itu memutar engsel pintu, Lisa dengan cepat mengambil handuk untuk lelaki itu.
