Aku tak percaya, namun dengan segera aku akan mengetahui siapa kamu sebenarnya
"READY?!"
BRUM... BRUM... BRUM.
"ONE!"
"TWO"
"THREE--- GOOOO!!!!"
BRUMMM!!!
"GO ANDRE GO ANDRE GO!"
"ANDRE LO PASTI BISA!"
"SEMANGAT BRO!"
Pekikan demi pekikan menambah keseruan di area sirkuit tersebut, semua pendukung saling meneriaki nama peserta yang mengikuti balapan.
Diantaranya adalah Andre sang ketua GESPEROS.
"Elah... itu si Alex ngapain ikut sih bisa-bisanya Cuma malu-maluin gengnya doang!" cerocos Arif saat melihat Alex ada di belakang Andre dan anak Dark Devil
"Udahlah biarin aja. Biar dia malu sendiri nantinya." Tambah Dion dengan senyum miringnya.
"Bener biarin aja." Tambah Rangga.
Berbeda dengan Rigo dan lana mereka hanya diam dengan mata yang serius memperhatikan kea rah peserta balapan.
Jantung Dea berdegup kencang kala melihat Teddy dan Andre saling bersisihan, sedangkan peserta yang lainnya berada jauh di belakang mereka.
Balapan semakin dibuat panas kala putaran terakhir tidak ada yang mau mengalah antara Andre ataupun Teddy.
Hingga tiba-tiba teddy membelokkan sedikit motornya kearah kanan sehingga dirinya sedikit oleng namun untungnya Teddy bisa menyeimbangkan motornya kembali. Teddy seperti menghindari sesuatu. Andre yang menyadari itu mengernyitkan keningnya bingung.
"Teddy kenapa?" gumam Ibram yang mampu didengar oleh Dea.
"Paku." Ucap Dea membuat Ibram menoleh padanya.
"Ada yang ngelempar paku dari arah tribun anggota Black Ciber." Jelas Dea, jangan tanyakan kenapa dia bisa mengetahuinya. Ini semua berkat matanya yang teliti mengamati setiap pergerakan lawan sekalipun itu kecil. Saat di lempar ke jalanan paku itu mengkilap dibawah sinar lampu membuatnya gampang untuk melihatnya.
Mendengar penuturan dari Dea, Ibram mengeram marah dan Azam yang mendengarkan sejak tadi pun sontak diam-diam mengepalkan tangannya sehingga membuat urat ataupun otot punggung tangannya tercetak jelas.
Untung saja Teddy bisa menyeimbangkan motornya jadi dia tidak celaka sama sekali.
"Dan gue juga tau tujuannya." Ujar Dea membuat Ibram dan Azam menoleh penasaran. Sebelum mulut mereka kembali bertanya. Seruan dari penonton dan pembawa acara membuatnya mengurungkan niat bertanyanya.
"FINISH! --- Andre DARI GESPEROS, YOU WINNER TO NIGHT!." Teriakan dari seorang pembawa acara sesaat setelah Andre berhasil menerobos garis finis, di ikuti oleh Teddy dan Alex yang ada di belakangnya.
"Lo jelasin ke Teddy tadi, kalau enggak kita bakalan punya musuh baru." Ujar Dea lalu pergi meninggalkan tribune dengan menundukkan kepalanya dengan menutupi dengan tudung hoddie yang dia kenakan.
"SIALAN LO YA! MAKSUD LO APA HAH?!" Emosi Teddy memuncak pada Andre yang sepertinya sudah tau jika ini hanya salah paham.
"Emang gue ngapain hah?" Tanya Andre yang sengaja mendorong tubuh Teddy ke belakang.
Sedangkan Alex yang melihat adegan mereka dia tersenyum miring yang ia tahan.
"LO KAN YANG NYURUH ORANG DARI TRIBUN BUAT NGEBUANG PAKU SUPAYA LO BISA MENANG KAN?" Bentak Teddy pada Andre yang masih terlihat santai,toh memang bukan dia yang melakukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GESPEROS (END)
Teen Fiction📌(WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! KARENA SEBAGIAN PART DIPRIVAT) WARNING ❗🔞 ⚠️Banyak mengandung kata-kata kasar jadi bijaklah dalam membaca. Lima peluru sekaligus meluncur ke kaca mobil Dea, namun kembali terpantul kebelakang, Andre dan teman-tem...
