📌(WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA! KARENA SEBAGIAN PART DIPRIVAT)
WARNING ❗🔞
⚠️Banyak mengandung kata-kata kasar jadi bijaklah dalam membaca.
Lima peluru sekaligus meluncur ke kaca mobil Dea, namun kembali terpantul kebelakang, Andre dan teman-tem...
"Relakan dengan ikhlas maka hatimu tak akan sehancur ini"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tampaknya malam ini cuaca sangat bersahabat dengan kehadiran aku dan Dion. Langit tampak bersih dari awan-awan, hanya ada taburan bintang yang sangat indah. Serta cahaya rembulan yang begitu terang.
Aku berjalan dan berhenti pada sebuah rumah pohon di pinggir pantai. Yang terlihat begitu terang dengan banyak lampu tumblr berwarna-warni.
"Aku ingin naik sebentar." Ujar Atha tiba-tiba.
"Tapi langit sudah gelap." Jawab Dion
"kalau mau ikut ayo jangan mengganggu ku aku ingin sedikit ketenangan." Ujar Atha dengan mata sendu.
Mungkin memang benar bahwa Atha memang membutuhkan ketenangan saat ini. Dan Dion mengikuti Atha untuk naik ke atas rumah pohon yang menghadap ke laut.
Aku dan Dion duduk bersebelahan, hanya ada keheningan saat ini yang enyelimuti mereka. Pemandangan yang sangat indah, udara sejuk dan deburan ombak menambah kesan damai. Dibawah sana terlihat air laut seperti berkilau terkena sinar rembulan.
"Indah banget." Ujar Atha mencoba memecah keheningan.
Aku menengok menatap wajahnya yang tersenyum namun matanya menyorot banyak keterlukaan disana.
"tuhan baik banget ya, menciptakan semua keindahan di bumi." Ujar Atha lagi
"Gue boleh Tanya sesuatu?" Tanya Dion hati-hati yang masih menatap wajah sendu milik Atha.
Atha hanya mengangguk menyetujuinya.
"Apa salah jika aku masih menyimpan rasa sama lo sampai sekarang?" ujar Dion menatap lekat manik mata Atha.
Atha pun tersenyum, " Lo gak salah mungkin cuma waktu kita yang salah. Mempertemukan kita di saat gue udah gak lagi suka sama lo. Dan sekarang gue udah milik sahabat lo." Ujar Atha tersenyum tulus dan beralih menatap deburan ombak di laut.
"Jika boleh saja gue egois sedikit. Gue akan rebut lo dari sahabat gue." Ujar Dion yang mengikuti arah pandang Atha ke laut.
Atha tak menanggapinya dan memandang Dion tak percaya.
"Tapi itu semua gak mungkin seletah gue tau kalian memang saling mencintai, dan gue gak akan rebut kebahagiaan lo orang yang gue sayang." Ujar Dion lagi dengan mata semburat sedih meratapi nasibnya.
Atha tersenyum mendengar perkataan Dion dan memeluknya erat,
"Andai ada yang bisa gue lakuin buat lo agar lo bisa bahagia, dan gue bisa nebus kesalahan gue sama lo sekalipun itu nyawa gue sendiri." Ujar Dion membalas pelukan Atha dengan erat seolah-olah mereka tidak akan bertemu lagi setelah ini.
"Gue tau lo orang baik. Dan gue udah maafin lo jauh sebelum lo minta maaf ke gue." Jawab Atha dengan air mata menetes ke pipinya.
Melihat itu Dion buru-buru mengusap air mata Atha.
"Lo jangan nangis takdir sudah di tulis tuhan, kita hanya mampu menjalaninya. Meskipun jalan lo sulit ingat perkataan gue. Jangan sampai lo menyerah!"
Atha tersenyum dan kembali memeluk Dion,
"Namun aku tak sekuat yang lo kira, Jemput aku Tuhan" Batin Atha frustasi
***
Di pagi hari Gadis itu terbangun dari tidurnya pelan-pelan ia membuka kelopak matanya lalu menyesuaikan cahaya yang masuk.
Tiba-tiba arah pandangnya menuju ke atas nakas terdapat kotak merah dengan tali pita pink.
#Flashback
Tok...tok...tok.
Saat Atha duduk menonton tv terdengar suara ketukan dari pintu utama dengan malas Atha beranjak dari kursi untuk membuka pintu tersebut.
"Permisi mbak saya kurir JNT Express apakah benar ini dengan kediaman Deatha Natalen Alston?" Tanya kurir itu ramah.
"Iya benar mas dengan saya sendiri ada apa ya?" Tanya Atha balik.
"Ini ada paket apakah bisa mbaknya tanda tangan disini sebagai tanda penerimaan." Ujar kurir itu lagi.
"Haa?" jawab Atha cengoh
"Mbak..mbak" panggil kurir itu lagi
"Oh iya bisa mas." Jawab Atha cepat pasalnya ia berpikir tak pernah memesan paket apapun tapi tiba-tiba ada paket datang untuknya.
Atha bangun dan mengambil kotak berwarna merah itu.
"Siapa yang ngasih open when card gini?" tanyanya monolog.
Didalam open when card itu terdapat banyak amplop dengan pesan-pesan lucu yang membuat Atha tersenyum saat membacanya.
Atha mengambil satu amplop berwarna kuning lalu membukanya.
Hai Deatha...
Jangan sedih lagi ya nanti gak cantik tau gak? Saat gue gak bisa di samping lo saat lo sedih dan nangis. Tapi gue bakalan tetep jadi matahari untuk lo. Selalu ada buat lo meskipun lo membutuhkan gue Cuma sesaat. Tapi gue seneng banget bisa ngehibur lo.
#JangansedihAtha
Atha tersenyum setelah membaca satu amplop tersebut. "Siapa yang ngasih hadiah ginian?" batin gue.
"Simpel tapi kenapa kesannya nyentuh banget ya?" batinnya.
"Berasa punya secret admirer" ujarnya tersenyum.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.