Part 27. ll KEGADUHAN

69 13 2
                                        

One by one

Saat Dea berjalan ingin menuju rooftop menemui Andre dan yang lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat Dea berjalan ingin menuju rooftop menemui Andre dan yang lainnya. Namun sebuah suara menghentikan langkahnya.

"Dea!" sapa seorang gadis cantik dengan nada angkuh

Dea mendengarnya langsung berbalik badan melihat siapa yang memanggil namanya. Saat tau itu Syifa Dea merubah raut wajahnya sedatar mungkin.

"Apa?" Tanya Dea santai

Syifa tersenyum kemudian berjalan memutari tubuh Dea dengan tangan bersendekap dada.

"Gue suka sama Andre!" ujar Syifa to the poin.

Dea mengepalkan tangannya saat mndengar perkataan Syifa. Melihat reaksi yang di tunjukkan Dea membuat Syifa melancarkan aksinya.

"Gimana kalau kita berdua bersaing secara sehat?" Tawar Syifa

"Lo emang gak tau diri ya? Udah numpang di rumah orang ngerebut semua miliknya, cuman jadi parasit lo!" Ujar Dea dengan nada dingin dan tersenyum meremehkan Syifa.

"Gue tertarik sama milik lo yang udah nolak pesona gue.karena memang selama ini gak pernah ada yang nolak pesona gue so gue cantik jadi wajarlah. Tetapi berbeda dengan Andre yang selalu nolak gue di saat gue mencoa ngedeketin dia." Ujar Syifa berbisik tepat di telinga Dea.

Dea tersenyum "Hahah orang yang suka sama lo itu buta! Udah jelas-jelas lo cantikan juga gue. Mana mungkin ada orang yang suka sama lo yang udah kayak ondel-ondel." Jawab Dea tertawa meremehkan.

"Jadi adik tiri aja udah gak diterima apalagi jadi pacar!" lanjut Dea

"Gimana kita tunjukin disini siapa yang pengecut di antara kita?" Tanya Syifa

"Gue ogah ngladenin mulut cabe lo!" Ujar Dea cuek.

"Kenapa lo takut?" Tanya Syifa menantang.

"Kita lihat Andre bakal milih siapa di antara kita!" Ujar Syifa tersenyum.

Bugh!

Bugh!

Belum sempat Syifa menyelesaikan kalimatnya, Dea lebih dulu menonjok mulut Syifa sampai membuatnya tersungkur di pinggir lapangan.

Akibat kegaduhan yang mereka buat banyak siswa maupun siswi yang mendekat kea rah mereka. Bukannya memisahkan mereka malah menonton seakan-akan tontonan seru.

"Shhh... sialan!" ringis Syifa sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.

"BANGUN LO!" Bentak Dea mencengkeram kerah baju Syifa.

Dea yang melihat Andre dan teman-temannya menuju kesini akhirnya Dea tak akan melawan Syifa untuk saat ini dia membiarkan Syifa menang.

Melihat Dea yang diam saja sontak Syifa membalikkan tubuhnya. Di bantingnya Dea ke lapangan lalu Syifa dengan mudahnya menonjok wajah mulus milik Dea.

GESPEROS (END) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang