41. Lagi

40K 3.2K 421
                                        

yeyyy up nihh❤️seneng gaa? btw jangan lupa VOTEE yaaaa, komen sebanyak banyaknya❤️‍🔥❤️‍🔥

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

yeyyy up nihh❤️seneng gaa? btw jangan lupa VOTEE yaaaa, komen sebanyak banyaknya❤️‍🔥❤️‍🔥

HAPPY READING🚀

"Waw, kayanya si jagoan mau punya adik yaa inii," celetuk dokter Vina yang menangani Aleanka dulu ketika Alaska dan Aleanka baru masuk kedalam ruangan. Sedangkan Shaka, bayi laki laki itu sangat anteng di gendongan sang papi.

Keduanya terkekeh, lalu duduk didepan dokter Vina.

"Gimana mami Al?"

"Telat haid dok. Kemarin sempet tes hasilnya positif,"

Dokter Vina tersenyum lalu mulai mencatat sesuatu di kertas yang ia pegang.

"Mari tiduran di brankar. Saya cek dulu,"

Aleanka mulai melangkah menuju brankar diikuti Alaska yang masih setia menggendong Shaka dengan gaya meh dai baby carrier nya.

(gendongan depan, bisa liat di google wkwk, gaada foto yg pas ceunah😫)

"Mih! mih!" panggil Shaka kepada maminya ketika Aleanka tiduran di brankar.

"Mami mau diperiksa dulu ya, sebentar aja. Nanti gantian mami yang gendong, oke anak baik?"

"Mih..." Shaka malah merengak sembari merentangkan tangannya kearah Aleanka.

"Shaka ya namanya? udah gede yak anaknya. Btw taruh aja disebelah maminya, gapapa kok," ujar dokter Vina dengan ramah.

"Yaudah sini, kamu lepas dulu gendongannya,"

Alaska melepas gendongan itu lalu menaruh Shaka disebelah Aleanka. Untung saja brankar yang dokter Vina sediakan ukurannya lebih besar. Jadi Shaka masih cukup jika ingin berdekatan dengan maminya.

"Permisi ya mami, saya kasih gel dulu perutnya,"

"Mih mih??" ujar Shaka dengan menunjuk perut Aleanka yang diolesi gel.

"Itu namanya gel, besok kalo kamu udah punya istri bakal tau deh fungsinya buat apa," sahut Alaska tiba tiba.

Selanjutnya Shaka hanya diam, ia masih bingung dengan perkataan papinya. Ya maklum, orang masih bayi yekann.

Dokter Vina menaruh alat USG diatas perutnya. Matanya melihat dengan seksama layar itu, 10 detik kemudian ia melihat Alaska dan Aleanka dengan senyum yang mengembang.

"YESH! Selamat ya! kalian akan punya anak keduaa!!! ah saya seneng bangettt!!! sayau juga terhuraaa gitu lohh!!" seru dokter Vina heboh.

Alaska dan Aleanka sama sama diam. Bukannya bahagia, Aleanka malah meneteskan air mata kesedihan. Tadi selama perjalanan menuju kesini ia berharap jika tespeknya tadi tidak akurat. Ternyata harapannya pupus karna memang benar jika dirinya sedang hamil, lagi.

ALASKA'S (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang