"Masak jatoh aja dinikahin sih sama cowok songong kek Alaska, ogah banget gue!"
-Aleanka Dara Anderson
"Beruntung banget gue jatuh diatas lo, jadi kita bisa nikah."
-Alaska Radivka Scott
--------
Insiden jatuh diatas kasur membuat dua insan yang t...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
yeyyy up lagiii, btw komen sebanyak banyaknya yaaa. vote jugaaa, haruss!!!!!
HAPPY READING🚀
05.25
"Eungh," dengan perlahan, mata cantik milik Aleanka terbuka. Menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya.
"Awsh," ringis Aleanka pelan ketika merasakan nyeri yang ada di perutnya.
"Awww! apasih ini sakit banget, Aws," Aleanka hampir menangis karna rasa nyeri dan sakit menjadi satu yang berada di perutnya.
Tangannya berusaha untuk membangunkan Alaska yang masih tertidur pulas di sebelahnya.
"Kaa, s-sakit bangett!!"
Alaska tak kunjung membuka matanya. Jangankan membuka, bergerak saja tidak.
"Kaaaaaaa!!" teriak Aleanka tertahan dengan tangan yang masih memukul mukul lengan Alaska. Sedangkan tangan yang satunya, ia gunakan untuk meremas perutnya.
"Eungh, masih ngantuk say--"
"S-sakitt, Kaa!!" air matanya sudah jatuh berderai membasahi pipinya.
Alaska yang mendengar ringisan yang disertai isakan dari mulut istrinya langsung terduduk di ranjang dan melihat keadaan istrinya.
"Astaghfirullah, kamu kenapa, Al?" tanya Alaska panik karna melihat tangan Aleanka yang benar benar meremas perutnya sendiri.
"S-sakitt!!"
Alaska membuang selimut yang menutupi sebagian tubuh Aleanka, dan matanya membola seketika saat melihat darah yang berada di paha dan kasur Aleanka.
"D-darah? kamu mau bunuh diri yang?" tanya Alaska dengan wajah polosnya. Sangat polos.
Aleanka menggeleng tertahan dan semakin meremas perutnya. bahkan matanya kini sudah menatap tajam kearah Alaska. Bagaimana bisa lelaki itu bilang dirinya ingin bunuh diri disaat saat seperti ini?
"A-APAAN SIH?! Cepet bawa aku ke RS! c-cepett, sakitt!!!"
Dengan wajah paniknya Alaska langsung memakai kaosnya lalu ia langsung menggendong tubuh Aleanka ala bridal style menuju ke mobil.
"Sabar ya sayang, tahan sebentar aja." gumam Alaska yang sebenarnya merasa sangat sangat panik dan khawatir.
Tentu. Selama menikah ia tidak pernah melihat istrinya kesakitan. Jadi hal ini merupakan hal pertama bagi Alaska. Apalagi wanitanya sampai menangis seperti itu. Sungguh, Alaska sangat sangat tidak tega.
"Hiks, s-sakit, Ka."
Alaska mengecup dahi Aleanka cukup lama, karna liftnya yang belum sampai di lantai dasar.
"Sabar sayang. Aku yakin kamu kuat. Tahan ya..."
Ting
Pintu lift terbuka, dengan langkah besar Alaska mulai melangkah menuju ke parkiran. Untung saja ia memarkir mobilnya dekat, jadi tidak perlu membutuhkan waktu yang lama.