Chapter 28

1.5K 147 10
                                        

⚠️⚠️ANDA BERADA DI ZONA BAHAYA YANG MUNGKIN MENYEBABKAN KETIDAK NYAMANAN BAGI BEBERAPA PEMBACA⚠️⚠️

.

Ketika jam pulangnya, Jennie kini berjalan ke loker miliknya untuk mengambil barang bawaannya, namum saat dia membalikkan tubuhnya tiba-tiba dia dikejutkan dengan adanya pria paruh baya yang berdiri tak jauh darinya.

"Apa anda, Nona Jennie?" Tanya pria paruh baya itu, "I-iya," jawab Jennie dengan masih terheran, "Maafkan saya karena tidak memperkenalkan diri lebih dulu, nama saya Jang Jikyu, saya kepala pelayan, Tuan Min," ucap pria paruh baya itu.

"Tuan Min, meminta saya untuk mengantarkan, Nona, pulang," ucap Jikyu, "T-tapi saya bisa pulang sen-"

"Nona, mohon ikuti perintah Tuan Min, atau dia akan marah, tolong mengertilah," ucap Jikyu, "Ah, ba-baiklah," ucap Jennie, "Kalau begitu ikuti saya, Nona," ucap Jikyu.

Mereka berjalan ke basement, dan saat Jennie baru saja memasuki mobil tiba-tiba Jikyu memberikan dia ponselnya, "Nona, Tuan Min ingin berbicara padamu," ucap Jikyu.

Dengan sedikit ragu Jennie mengambil ponsel Jikyu dan menempelkannya di telinga, "Apa kau sudah menaiki mobilnya?" Tanya Yoongi dari sebrak telepon.

"I-iya,"

"Kalau begitu sampai berjumpa besok, aku harap besok kau akan menghiburku lagi,"

Wajah Jennie merona karena malu akan ucapan Yoongi yang menggodanya, "Aku juga sudah menitipkan sebuah kartu pada Jikyu, pakailah sesukamu," ucap Yoongi.

"Ba-baik,"

"Kalau begitu selamat malam," ucap Yoongi, "S-selamat malam," ucap Jennie, "kembalikan ponselnya pada Jikyu, aku ingin berbicara padanya,"

"B-baik,"

Setelah itu Jennie mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya, dan Jikyu terlihat berbicara dengan Tuannya.

'Kenapa aku harus terjerat dalam situasi seperti ini?' batin nya lalu menghela napasnya.

.

"Aku tidak mau tahu, aku ingin kembali pada Ibu!" Teriak Yoonji pada seorang pelayan yang selalu mengurusnya, "Nona muda, tapi ...."

"Apa kau ingin bilang jika Ibuku sudah tiada?"

"I-itu-"

"Dengar, aku sudah mengetahui jika Ibu kandungku sudah tiada, tapi aku juga sudah mempunyai Ibu baru!" Teriak Yoonji lagi.

"Yoonji-ya," panggil seoran wanita baya, "Nenek,"

Yoora yang di bantu dengan pelayan yang mendorong kursi rodanya masuk ke dalam kamar Yoonji, "Jika kau berkata seperti itu, bukankah Ibumu akan sedih mendengarnya di atas sana?" Tanya Yoora.

Yoonji menundukkan kepalanya, "Tapi ... Aku tak pernah melihat dan mendapat kasih sayang darinya ... Aku ... Aku hanya ingin Ibu baruku yang menjadi Ibuku ...." Lirih Yoonji.

Pelayan yang membantu mendorong kursi roda Yoora menggertakkan giginya dan meremas pegangan kursi roda, 'anak sialan, aku sudah sering mengatakan padanya jika yang akan menjadi istri dari Tuan Min adalah aku, tapi dia bersikeras menjadikan wanita yang panggil Ibu baru itu sebagai Ibunya,' batin pelayan itu.

"Ryuhee, tolong dekatkan aku pada cucuku," ucap Yoora pada pelayang yang membantunya itu, "Baik, Nyonya Besar," ucap Ryuhee,

"Yoonji-ya, dengarkan Nenekmu ... Lupaka-"

"Ibu baruku sangat baik padaku! Dia menyayangiku seperti aku adalah anaknya!" Kesal Yoonji, "Mungkin dia tahu jika kau adalah putri dari-"

"Tidak! Dia tak tahu aku putri dari Ayah, dia menyayangiku tanpa tahu keluargaku siapa!"

Mine | BTSXBP | ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang