Hii bestieee
Jangan lupa vote & comment yaa
HAPPY READING
.
.
.
.
Masih idup:)
"Akhhh!"
Alicia merasakan perih dibagian lehernya. Elard menggores bagian depan lehernya menggunakan pisau yang dipegang nya tadi.
Aksa sudah berada diambang batas emosinya, ia langsung mengeluarkan pistol revolver kecil dari dalam jaketnya dan langsung membidiknya kearah Elard.
Elard yang melihat Aksa mengeluarkan senjata yang sangat mematikan itu langsung mencoba melindungi diri dibalik tubuh Alicia, agar Aksa tidak bisa menembaknya atau bahkan tidak berani karena didepannya terdapat seorang gadis yang adalah kekasihnya sendiri.
Dorrr!
Suara tembakan dari pistol yang digenggam Aksa terdengar menggema dijalan yang sangat sepi itu. Bidikannya tepat mengenai telinga Elard, hingga Elard langsung melepaskan pegangannya dari Alicia beralih memegang telinga nya yang terluka.
Dengan cepat Aksa berlari kearah Alicia dan menarik gadis itu kepelukannya, menenggelamkan kepala Alicia kedadanya.
Suara tangis Alicia terdengar saat Aksa menariknya, ia langsung memeluk Aksa erat. Ia sangat takut, bahkan ia sudah pasrah apabila Elard benar-benar membunhnya dengan menggunakan pisau itu.
"Ssttt, udah jangan nangis. Lo udah aman sama gue," bisik Aksa pelan ditelinga Alicia. Menenangkan gadis itu dengan cara mengelus punggungnya lembut.
Disisi lain, Elard langsung diamankan oleh anggota Adrastos lainnya.
Andre menghubungi salah satu anggota Adrastos yang bertugas untuk mengurus masalah Elard yang tertembak agar tidak sampai ke pihak yang berwajib, memanipulasi kejadian tersebut.
🌸🌸🌸
"Kenapa kesini?"
"Lo gak mau di bawa ke rumah sakit, gak mungkin gue anter lo dalam keadaan kaya gini balik ke rumah." Aksa tampak telaten membersihkan luka sayat di leher Alicia, dengan kain kasa yang sudah di beri alcohol.
"Ini apartemen siapa? Aww, Lo bisa pelan-pelan gak sih? Sakiit," ucap Alicia sambil meringis pelan.
"Apartemen gue. Sabar, ini emang harus agak di tekan." Aksa mendongak sedikit ke atas melihat wajah Alicia. Seketika tatapan mereka bertemu. Selama beberapa detik mereka hanya terdiam dan saling tatap.
Alicia yang tersadar kemudian berdehem dan mengalihkan pandangan nya ke tempat lain.
"Udah, untungnya cuma luka ringan, jadi gak perlu di perban. Sekitar 4-5 hari usahain tetap kering biar cepet sembuh. Mana lagi yang sakit?" Aksa memperhatikan kepala, wajah dan tangan Alicia.
"Udah gak ada yang sakit. Lama banget lima hari, ini luka nya lo kasi perban aja deh, gimana gue besok ke sekolah kalo gini?" Alicia tampak cemas.
"Gak ada. Lo gak boleh sekolah lima hari ke depan."
"Apa-apaan lo pake ngatur segala. Pokonya gue besok harus masuk sekolah. Ada ulangan kimia, males gue kalo__"
"Lima hari istirahat di rumah atau kita putus aja!" Aksa memotong perkataan Alicia. Raut wajahnya tampak serius dan tegas.
" Ish! Iya deh, iya." Alicia akhirnya mengalah mendengar ancaman Aksa.
🌸🌸🌸
"Gimana cerita nya sih Ci? Kok bisa leher lo kena sayat gini? Lo gak lagi simulasi bundir kan?" Freya meringis ngeri melihat bekas sayatan di leher Alicia.
"Hush Freya, ngomong nya kok gitu?" Anna menepuk pelan tangan Freya.
"Gilani Freyott, menurut lo apa motivasi gue mau bundir? Ini semua gara-gara si Aksa kutu kupret." Ketus Alicia.
"Btw lo parah ya Ci, sama sahabat sendiri gak bilang-bilang kalo lo udah jadian sama Aksa." Freya berkata dengan wajah kesal.
"Kalian tau dari mana?" Alicia tampak shock.
"Lo berdua jadi trending topic di sekolah. Akun instagram Adrastos juga udah konfirmasi kalo emang kalian jadian." Freya berkata sambil mengunyah kue kering di pangkuan nya.
"Kalian beneran jadian Ci? Kayanya kamu perlu hati-hati deh sama Aksa dan Gengnya itu." Anna mengutarakan pendapat nya yang di setujui oleh Freya dengan anggukan.
"Sebenarnya gue cuma pura-pura pacaran sama Aksa, niat gue tadi nya supaya Saga cemburu dan balik lagi sama gue."
"Ya elah Ci, lo belum bisa move on juga dari abangke si Aksa? Saran gue mending lo lupain aja si Saga Saga itu. Mau lo berusaha sekeras apapun, mau lo jungkir balik, kayang, salto, kalo emang dia udah gak sayang lagi sama lo ya gak bisa di paksain."
"Iya Ci, betul kata Freya. Kita kasian liat kamu selalu nunggu orang yang gak pasti. Kamu cantik, selama ini banyak cowok yang naksir sama kamu. Udah saatnya buat kamu coba buka hati untuk orang lain." Anna berkata dengan tulus.
Alicia hanya terdiam mendengar siraman kalbu temannya itu. Alicia menghela nafas panjang. "Gue gak bisa, gue udah coba, gue pengennya cuma sama Saga apa pun ceritanya titik gak pake koma."
"Terserah lo deh Ci. Kembali ke laptot, terus gimana cerita leher lo? Abis di apain sama si Aksa oo?" Freya kembali bertanya.
"Semalem Aksa ngajak gue ketemuan sama teman satu Gengnya. Pas lagi di jalan, kami di cegat sama Geng musuhnya Aksa. Jadi waktu Aksa dan teman-temannya berantem, ada satu orang yang ngancem gue pake pisau. Serem anjerr, takut banget gue semalem pulang tinggal nama." Alicia begidik ngeri.
"Terus terus, yang nolongin Lo terakhir siapa Ci?" Freya kelihatan sangat penasaran.
"Yang nolongin gue akhirnya Aksa. Tadi malem itu dia berasa beda banget sama Aksa yang selama ini gue kenal. Kayanya dulu tante Davira ngidam bunglon waktu hamil dia, soalnya ekspresi muka dia suka tiba-tiba berubah gitu. Kadang dia jahil, tengil, ramah, eh tiba-tiba berubah jadi pendiam, datar dan kaku kayak kanebo kering. Atau dia bipolar?" Alicia berpikir serius.
"Tapi syukur deh akhirnya kamu bisa selamat." Anna membuka suaranya.
"Terus gimana reaksi bokap lo?" Freya kembali bertanya.
"Bokap gue lagi ada kerjaan ke luar kota selama seminggu, tadi pagi dia berangkat cepat. Jadi bokap gue belum tau. Fre, lo kan jago make up, ntar lo ajarin gue gimana cara nya nutupin bekas lukanya ya."
"Gampang, besok gue bawa perlengkapan make up nya sekalian ngajarin lo cara nutupin tuh luka. Seminggu ini gue sama Anna setiap pulang sekolah bakal datang ngejenguk lo. Tapi ini kita pamit pulang ya Ci, udah sore." Freya mengambil tas nya yang terletak di sofa.
"Get well soon ya cii." Anna mengelus pundak Alicia sekilas.
"Iya, makasih kalian udah mau dateng liat gue". Alicia mengantarkan Anna dan Freya sampai depan pintu. Setelah kepergian kedua sahabatnya Alicia duduk di sofa dan mulai berselancar di media sosial. Benar saja tampak foto Aksa dan Alicia sedang berboncengan yanh di unggah di akun Instagram Adrastosofficial.
Alicia mendengar suara deruman motor dari depan rumahnya. Alicia sudah tau itu motor siapa, sepeda motornya nya saja terdengar menyebalkan sama dengan suara pemiliknya.
.
.
.
.
Hii hii
Gimana sama part inii?
Jangan lupa vote & comment ya
See u🐒
KAMU SEDANG MEMBACA
Aksa
Fiksi RemajaFOLLOW DULU SEBELUM BACA! SEBAGIAN PART AKAN DI PRIVATE! BUDAYAKAN VOTE & COMMENT BESTIEE, BIAR SEMANGAT UPDATE . . . . Aksa Ivandeer Bimantara Seorang ketua geng motor terkenal di Jakarta. Anak bungsu dari keluarga Bimantara yang merupakan salah sa...
