Ep-21

74 3 2
                                        

Uli pergi meninggalkan pesta dengan beruaraian air mata. Sambil berlari ia terus menulusuri jalan yang tidak tau kemana dia akan pergi.

Kyu-Bin yang kehilangan jejak Uli berusaha menemukannya, Dirinya yang terlihat begitu panik dengan teliti mencari kesetiap sudut tempat.

Akhirnya Kyu-Bin menemukan Uli yang sedang berjalan di pinggir jalan sambil memegangi gaunnya yang panjang. Dengan hati-hati Kyu-Bin hanya memperhatikan sambil mengikuti dari belakang.

Uli terlihat murung dari belakang, sesekali dia mengusap air matanya dengan tangannya. Ia terus berjalan hingga sampai di tempat halte bus.

Ia duduk dan orang-orang memperhatikannya, tetapi ia tidak perduli. Dia hanya menangis tanpa henti. Hingga bus yang akan dinaikinya tiba, dia kemudian naik ke dalam bus, tetapi dia tidak bisa masuk karena dia pergi dengan tangan kosong. Kyu-Bin yang melihatnya kemudian membayar dengan kartu miliknya.

Setelah dibayar Uli pergi menuju kesalah satu kursi penumpang, dan Kyu-Bin duduk dibelakang sambil menjaga Uli.

Kehadiran Uli juga tak luput dari perhatian orang-orang yang ada didalam bus, mereka berbisik-bisik.

Uli yang sudah tidak perduli dengan perhatian itu, ia bersandar dengan bahu yang lemas kekaca jendela. Air matanya masih jatuh tetapi ia berusah menyembunyikannya.

Setelah bus berhenti, ia kemudian turun dan pergi menuju sungai han. Disaat ia berjalan ia tampak kesakitan, kakinya terluka akibat sepatu tinggi yang dia pakai, kemudian ia melepaskannya dan meninggalkannya begitu saja.

Tetapi Kyu-Bin tidak tinggal diam, kemudian ia mengambil sepatu itu dan menghampiri Uli. Ia menarik tangan Uli.

Kyu-Bin : Nona (memanggil)

Uli : Ahjussi, kenapa orang-orang sangat  penasaran dengan kehidupan orang lain?
Apakah tidak cukup hanya menjalani hidupnya masing-masing. Ibuku sudah meninggal, tetapi kenapa ia harus menerima semua ini?

Kyu-Bin : Pasti sulit? saya tidak tahu harus berkata apa, orang-orang tidak perlu tahu kita melakukan apa selama kita melakukan yang benar. Nona sudah melakukan yang terbaik (senyum)

Uli : (Mata Uli berkaca-kaca) benar, inilah yang pernah kulakukan buat ibuku yaitu membelanya....

Uli menangis sejadi-jadinya, dengan perasaan yang campur aduk Kyu-Bin memeluk Uli dipelukannya.

Uli : Dalam sehari ini banyak orang yang menanyakan keadaanku, "apakah kau baik-baik saja?", tetapi aku tidak baik-baik saja. (Menangis)

...........................

Jae-Min yang sedang berada di bengkel di telvon oleh ibunya.

Jae-Min : Halo ibu?

Ibu : Kau ada dimana?

Jae-Min : Aku sedang berada di bengkel, mobilku rusak.

Ibu : Uli pergi dari pesta, sepertinya kejadian beberapa tahun lalu terjadi lagi, ibu melihatnya menangis. Tolong segera temukan dia, ibu sangat khawatir.

Jae-Min : Baik Ibu, aku akan mencarinya.

Jae-Min terlihat khawatir, dan setelah mobilnya selesai diperbaiki, dengan cepat ia pergi mengendarainya untuk segera mencari keberadaan Uli.

..........................

Uli dan Kyu-Bin berjalan menuju disalh satu kursi yang ada di sungai. Tampaknya Uli kurang nyaman karena dia berjalan dengan bertelanjang kaki. Kyu-Bin yang menyadari hal tersebut kemudian menawarkan diri untuk menggendong Uli.

Kyu-Bin : Ayo naik nona kepunggung saya!

Tanpa ragu, Uli kemudian menaiki punggung Kyu-Bin.

Kyu-Bin berjalan sambil menggendong Uli.

Because My Destiny is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang