Seoul, diapagi hari musim panas 2018. Alarm berbunyi, Uli terbangun kemudian membuka tirai jendelanya.
Uli : Sudah disini saja, aku masih merindukan Indonesia
Uli menatap keluar jendela dan terpaku memandangi langit serta pohon-pohon hijau yang ada disekitar rumahnya.
Sesorang mengetuk pintu kamarnya.
Uli : Iya
Pelayan : Nona, sarapan sudah siap
Uli : Iya bi
dengan wajah yang bengkak dan sembab akibat kesedihan yang membara, Uli kemudian turun kebawah dan disana ia disambut oleh Ayah dan Ibu tirinya.
Uli : Selamat pagi
Kemudian menghampiri ahnya serta memeluk dan menciumnya.
Uli : Aku sangat merindukan ayah
Ayah : Benarkah? tapi selama disana sepertinya putri ayah ini tidak mengingat ayah sam asekali, bahkan memberi kabarpun tidak ada.
Uli : Ehm... Ehm... itu aku hanya ingin fokus kepada ibu saja (melirik ibu tiri)
Ayah : Baiklah, ayah akan mengerti itu
Ibu Tiri : wajahmu tampak sembab, apakah kau menangis seharian?
Uli : Kira-kira seperti itu
Ayah : Pasti putri ayah ini sangat sedih ya
Ibu tiri : Kalo begitu ayo kita pergi kesalon untuk perawatan, wajahmu tampak kusam setelah sampai dari sana, apakah kau tidak memakai sunscreen?
Uli : aku memakainya, tapi terkadang lupa
Ayah : Pergi saja dengan ibumu, lihat betapa dia mengkhawatirkanmu
Uli : Baik
Ayah : Yasudah Mari kita makan!
..............
Uli dan Ibu tirinya sedang berada di klinik kecantikan, sambil menunggu giliran mereka berdua sama-sama duduk sambil membaca majalah.
Ibu tiri : Apa kau kembali kesini karena terpaksa?
Uli : Tidak
Ibu tiri : Benarkah?
Tiba-tiba sesorang yang merupakan teman sosialita Ibu tiri datang danmenghampiri mereka.
Teman Ibu tiri : Oh bukankah ini Ibu Kim?
Ibu Tiri : Oh ibu Cho
Ibu Cho : Bagaiman kabarmu? (Cipika-cipiki)
Ibu Tiri : Aku sangat baik, bagaimana dengan Ibu Cho?
Ibu Cho : Tentu saja saya sangat baik, ngomong-ngomong Ibu Kim semakin cantik dan awet mudah ya...
Ibu tiri : Tentu saja dengan kekuatan perawatan
Setelah mengatakan perkataan tersebut kedua wanita paruh baya itu kemudian sama-sama tertawa.
Ibu tiri : Oh iya perkenalkan ini dia putri Presdir (menunjuk Uli)
Uli : (Memebri Hormat)
Ibu Cho : (Senyum) Ini dia putri presdir, memang terlihat sedikit berbeda ya, tapi dia cantik.
Uli : Terimakasih
Ada suara yang memanggil Uli dan Ibu tirinya ternyata salah-satu perawat memanggil mereka menandakan bahwa giliran mereka sudah datang.
Ibu tiri : Sepertinya kami sudah dipanggil
Ibu Cho : Iya Ibu
Ibu Tiri : Senang bertemu dengan Ibu Cho
KAMU SEDANG MEMBACA
Because My Destiny is You
RomanceSeorang wanita yang bernama Uli yang selalu merasa kesepian, ia ingin menemukan takdirnya. akankah Ia akan bertemu dengan takdirnya?
