Ep-42

12 2 0
                                        

Seoul, diapagi hari musim panas 2018. Alarm berbunyi, Uli terbangun kemudian membuka tirai jendelanya.

Uli : Sudah disini saja, aku masih merindukan Indonesia

Uli menatap keluar jendela dan terpaku memandangi langit serta pohon-pohon hijau yang ada disekitar rumahnya.

Sesorang mengetuk pintu kamarnya.

Uli : Iya

Pelayan : Nona, sarapan sudah siap

Uli : Iya bi

dengan wajah yang bengkak dan sembab akibat kesedihan yang membara, Uli kemudian turun kebawah dan disana ia disambut oleh Ayah dan Ibu tirinya.

Uli : Selamat pagi 

Kemudian menghampiri ahnya serta memeluk dan menciumnya.

Uli : Aku sangat merindukan ayah 

Ayah : Benarkah? tapi selama disana sepertinya putri ayah ini tidak mengingat ayah sam asekali, bahkan memberi kabarpun tidak ada.

Uli :  Ehm... Ehm... itu aku hanya ingin fokus kepada ibu saja (melirik ibu tiri)

Ayah : Baiklah, ayah akan mengerti itu

Ibu Tiri : wajahmu tampak sembab, apakah kau menangis seharian?

Uli : Kira-kira seperti itu

Ayah : Pasti putri ayah ini sangat sedih ya

Ibu tiri : Kalo begitu ayo kita pergi kesalon untuk perawatan, wajahmu tampak kusam setelah sampai dari sana, apakah kau tidak memakai sunscreen?

Uli : aku memakainya, tapi terkadang lupa

Ayah : Pergi saja dengan ibumu, lihat betapa dia mengkhawatirkanmu

Uli : Baik

Ayah : Yasudah Mari kita makan!

..............

Uli dan Ibu tirinya sedang berada di klinik kecantikan, sambil menunggu giliran mereka berdua sama-sama duduk sambil membaca majalah.

Ibu tiri : Apa kau kembali kesini karena terpaksa?

Uli : Tidak

Ibu tiri : Benarkah?

Tiba-tiba sesorang yang merupakan teman sosialita Ibu tiri datang danmenghampiri mereka.

Teman Ibu tiri : Oh bukankah ini Ibu Kim?

Ibu Tiri : Oh ibu Cho

Ibu Cho : Bagaiman kabarmu? (Cipika-cipiki)

Ibu Tiri : Aku sangat baik, bagaimana dengan Ibu Cho?

Ibu Cho : Tentu saja saya sangat baik, ngomong-ngomong Ibu Kim semakin cantik dan awet mudah ya...

Ibu tiri : Tentu saja dengan kekuatan perawatan

Setelah mengatakan perkataan tersebut kedua wanita paruh baya itu kemudian sama-sama tertawa.

Ibu tiri : Oh iya perkenalkan ini dia putri Presdir (menunjuk Uli)

Uli : (Memebri Hormat)

Ibu Cho : (Senyum) Ini dia putri presdir, memang terlihat sedikit berbeda ya, tapi dia cantik.

Uli : Terimakasih 

Ada suara yang memanggil Uli dan Ibu tirinya ternyata salah-satu perawat memanggil mereka menandakan bahwa giliran mereka sudah datang.

Ibu tiri : Sepertinya kami sudah dipanggil

Ibu Cho : Iya Ibu

Ibu Tiri : Senang bertemu dengan Ibu Cho

Because My Destiny is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang