Ep-18

82 3 2
                                        

Pada jam pelajaran kuliah, dosen membagikan nilai dari hasil kerja kelompok mereka.

Dan nilai tertinggi di dapat oleh Jae-Min dan Uli, Seluruh isi kelas tepuk tangan.

Dosen : Saya sangat menyukai konsep jualan mereka, ini adalah perpaduan kuliner asia tenggara dan asia timur itu ide yang cemerlang. Pada awalnya saya ragu dan bertanya-tanya dalam hati saya. Apakah makanan mereka enak?, saya membelinya dan kemudian mencobanya. Ini diluar ekspektasi saya, makanannya sunggu nikmat. (Mengacungkan jempol)

Mahasiswa/i : (Tertawa)

Yeri : Makanannya sungguh enak (tersenyum)

Uli : Benarkah?

Yeri : ( Mengangguk)

Uli : Baiklah lain kali akan aku buatkan. (Tersenyum)

..........................

Jam kuliah sudah selesai. Uli bergegas keluar bersama Yeri mereka berjalan sambil berbincang.

Yeri : Ada apa denganmu?

Uli : Apa?

Yeri : Dari tadi kau terlihat tidak fokus, tidak biasanya kau seperti ini. Aku juga melihatmu kurang bergembira atas nilaimu tadi?

Uli : Tidak ada apa-apa.

Yero : Bohong, pasti kau bertengkar dengan Jae-Min kan?

Uli terdiam sejenak, seperti memikirkan sesuatu. Tepat pada saat itulah Jae-Min memanggil namanya dan segera menghampirinya.

Jae-Min : Uli a...

Uli : (Menoleh) Ada apa?

Jae-Min : Ada yang ingin kukatakan.

Uli : Katakan saja disini!

Yeri : Uli jangan seperti itu.

Yeri dapat membaca situasi

Yeri : Bicara saja dulu!

Jae-Min : Terimskasih Yeri.

Yeri : Ehm, aku pergi dulu

........................

Setelah Yeri pergi. Uli dan Jae-Min mereka berdua hening sejenak. Keadaan semakin canggung.

Jae-Min : Apa kau masih marah?

Uli : Aku tidak marah, hanya saja aku kecewa.

Jae-Min : Maaf

Uli : Tidak perlu minta maaf, aku yang seharusnya minta maaf. Secara egois aku mementingkan diriku saja.

Jae-Min : Tidak ki...

Uli : Apanya tidak? Aku memang egois, aku takut. Dengan kebisaan kita yang selalu bersama. Bagaimana aku harus perbuat?
Maaf, aku ingin menenangkan hati dan pikiranku.

Setelah mengatakannya, Uli kemudian pergi meninggalkan Jae-Min.

Jae-Min terdiam tak bisa berkata apa-apa.

Kyu-Bin yang melihat dari jauh kemudian ingin pergi menyusul Uli, tetapi dihalangi oleh Jae-Min.

Jae-Min : Ahjussi (memanggil)

Kyu-Bin : (Menoleh kearah Jae-Min)

Jae-Min : Apakah anda ingin menyusul Uli?

Kyu-Bin : (Ragu-ragu) i..iya tuan

Jae-Min : Biarkan saja, dia sedang bersama Yeri. Sebagai gantinya apakah anda ingin bermain bola basket denganku?

Kyu-Bin : (Terdiam)

Because My Destiny is YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang