Yeri sedang sibuk melayani pelanggan di cafe, ia beralari kesana kemari.
Mulai dari mengantar minuman melap meja, membersihkan ruangan cafe, hingga membuang sampah.
Disaat Yeri sibuk melayani pelanggan.
Yeri : Mau pesan apa? (Melihat komputer)
Pelanggan : Ice Americano
Yeri mendengar suara pelanggan tersebut, kemudian ia mengangkat kepalanya dan memandang pelanggan tersebut.
Uli : Hi lama tidak berjumpa (Tersenyum sambil melambaikan tangan)
Yeri : Uli... a (senyum)
Uli sudah duduk dimeja pelanggan, kemudian Yeri mengantar pesanannya.
Yeri : Silakan dinikmati!
Uli : Apakah kau tidak bisa duduk?
Yeri : Tidak bisa aku sedang bekerja (sedih)
Uli : Baiklah aku akan menunggu
Yeri : (Melihat kearah pemilik cafe) aku harus pergi bosku sedang melihatku
Uli : Ehm...
Uli menikmati minumannya dan Yeri sibuk melakukan pekerjaannya, Lama ia menunggu Yeri bekerja.
Akhirnya selesai, yeri mulai bersih-bersih.
Ia melihat kearah Uli, lalu menghela nafas panjang. Uli tampaknya tertidur pulas karena kelamaan menunggu Yeri bekerja.
Yeri : Uli a... bangun aku sudah siap bekerja
Uli : (Terbangun) Kau sudah siap? Aku tidur lama ya? Cofee ini tidak membantuk untuk terjaga. (meregangakn kedua tangannya)
Yeri : Yaampun lihat ilermu ada dimana-mana
Uli : (Membersihkan ilernya) apakah ada lagi yang perlu dikerjakan? Aku ingin membantu.
Yeri : Aku sangat terharu tuan putri kami ini ngin membantu (mengejek)
Uli : Hei aku bukan tuan putri tau
Yeri : Baiklah, (tertawa) mau makan apa?
Uli : Sudah lama rasanya aku tidak makan bibimbap... (senyum)
Yeri : Ok let's go
Mereka sangat menikmati bibimbab yang dihidangkan, mereka berdua mengayunkan kaki dengan pola yang cepat tandanya bahwa makanan tersebut enak.
Uli : Ehm... (mengangkat kedua bahunya)
Yeri : Sangat enak (senyum)
Uli : Oh iya, aku tidak sempat menanyaknnya tadi, Kenapa kau tiba-tiba bekerja paruh waktu?
Yeri : (Berhenti mengunyah) Tidak apa-apa (murung)
Uli : Apakah kau hanya ingin mengisi liburanmu sambil menambah pengalaman? (Sibuk melihat makanannya)
Yeri : Aaa... (mulai menangis)
Segera ia melihat yeri yang wajahnya dibahasi oleh air mata. Segera ia mengambil tisu lalu mengusapkannya kewajah Yeri.
Uli : Kau kenapa?
Yeri : Uli a... Pikiran, hatiku, bahkan tubuhkan sakit semua (menangis sejadi-jadinya)
Uli yang merasa panik berusaha untuk menenangkan Yeri.
Semua orang yang ada direstoran tersebut memandangi mereka berdua dengan kebingungan.
................
Uli dan Yeri duduk di taman mereka terdiam sejenak.
Uli yang tampak ragu ingin mengatakan sesuatu akhirnya mengungkapkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because My Destiny is You
RomansaSeorang wanita yang bernama Uli yang selalu merasa kesepian, ia ingin menemukan takdirnya. akankah Ia akan bertemu dengan takdirnya?
