Malam hari sudah tiba, pesta sudah siap dan para pelayan menyambut para tamu undangan. Pestanya diadakan di taman rumah, itu sangat mewah.
Orang-orang berdayangan dengan latar belakang yang terhormat.
Mereka duduk dikursi yang sudah disediakan, ada juga para tamu yang berdiri sambil berbincang dengan segelas wine ditangannya.
Tampaknya mereka menikmati acara tersebut, karena diacara ini adalah peluang untuk membangun kolega sesama rekan bisnis. Mereka juga memakai barang-barang bermerek kelas dunia, mulai dari ujung kepala hingga kekaki.
Ayah dan Ibu tiri Uli juga menyapa para tamu, mereka saling mengobrol dan tampak terhanyut dalam pembicaraan, bahkan mereka tertawa bersama.
.......................
Didalam ruangan ada seorang wanita cantik yang terlihat dari belakang. Ia memakai gaun yang sangat cantik hingga menyeret lantai. Karena gaunnya tidak menutupi lengan dan bahunya, maka Bahunya tampak terlihat seperti sudut sembilan puluh derajat dengan tanganya yang terlihat kurus dan jenjang menambah kesan wanita anggun kepada dirinya.
Wanita itu sedang bercermin, ia melihat penampilannya. Tetapi ada sesuatu yang terlihat lain dari dia, Dia tampaknya terlihat gugup.
Uli : Aku pasti bisa, tidak apa-apa. (meyakinkan diri)
Kemudian seseorang mengetuk pintu kamarnya, lalu orang tersebut masuk.
Kyu-Bin : Apakah anda baik-baik saja? Anda terlihat gugup.
Uli : Tidak, aku baik-baik saja.
Kyu-Bin : Ini nona (memberikan air mineral)
Uli : Terimakasih
Uli meminumnya beberapa kali teguk. Tiba-tiba salah seorang pelayan memasuki kamar uli.
Pelayan : Nona, pestanya sudah dimulai.
Uli : Baik, tunggu sebentar lagi
Pelayan : Baik nona.
....................
Ra-Ra tampak sedang merapikan dasi milik Yun-Ho, Ia terlihat sangat telaten. Yun-Ho yang memandanginya terlihat senang.
Ra-Ra : Apakah kau sesenang itu?
Yun-Ho : Tentu saja, orang yang kusukai melakukan ini untukku.
Ra-ra : Bagaimana dengan Uli?
Yun-Ho : Aku tidak tahu, aku sangat khawatir karena itu aku bertengkar dengan ayahku tadi siang.
Ra-ra : Tidak kau sudah melakukan yang terbaik.
Yun-Ho : Kau juga melakukan yang terbaik, lihatlah dekorasinya ini tampak sangat cantik dan berkelas.
Ra-ra : Tentu saja, itu sebabnya aku dipilih langsung oleh presdir (menyombong)
Yun-Ho : Baiklah, sebaiknya aku menemui Uli dulu.
Ra-ra : Ehm.. pergilah
........................
Yun-Ho pergi menuju ruangan Uli dan menghampirinya.
Yun-Ho : Wah.. adikku sangat cantik
Uli : Oppa (tersenyum)
Yun-Ho : Apakah tidak apa-apa? (Mengelus kepala Uli)
Uli : Ehm aku baik-baik saja.
Kyu-Bin yang dari tadi berada disisi Uli, mengambil sepatu lalu memasangkannya kekaki Uli.
Yun-Ho : Wah lihat betapa indahnya sepatu ini berada dikakimu.
Uli : (Mengangguk)
Yun-Ho : Kyu-Bin shi..., tolong jaga Uli ya, baiklah oppa akan menyambut tamu dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because My Destiny is You
RomanceSeorang wanita yang bernama Uli yang selalu merasa kesepian, ia ingin menemukan takdirnya. akankah Ia akan bertemu dengan takdirnya?
