Uli dan Kyu-Bin tiba dihotel, Kyung-Min yang melihat mereka yang sedang berada di lobi segera menghampiri.
Kyung-Min : Syukurlah kalian sudah disini! (Khawatir)
Kyu-Bin : Sebenarnya ada apa?
Uli : Iya ada apa?
Kyu-Min : Seperti ini nona, Kyu-Bin ssi, besok akan ada acara di hotel tamu penting dari luar negeri akan segera kehotel ini. Tetapi ada masalah, mesin foto copy disini sedang rusak. Para pegawai juga sedang sibuk mengerjakan tugas yang lain, bahkan kami belum makan siang.
Kyu-Bin : Anda tidak menggubungi tukang mesinnya?
Kyung-Min : Kami menghubunginya, tetapi sekarang sudah tutup. Mereka sudah pulang apalagi sekarang sudah sore, terlebih lagi rumah mereka sangat jauh.
Uli : Jadi bagaimana?
Kyung-Min : Katanya besok pagi mereka akan segera memperbaikinya.
Uli : Tapi kan acaranya besok?
Kyung-Min : Iya nona, itu sebabnya saya menghubungi nona. Nona tau kan daerah sini jarang ada tukang fotocopy. Para karyawan juga sibuk mengerjakan tugas yang lain.
Kyu-Bin : Apa nona mengenal sesorang?
Kyung-Min : Kenapa disaat seperti ini mesin foto copy beserta kertasnya bisa habis. Apakah nona mengetahuinya?
Uli : Kyung-Min ssi anda bilang disini sangat kertas terbatas kan? Berapa lembar yang akan difoto copy?
Kyung-Min : Iya nona, kurang lebih ada 1000 lembar itu sudah termasuk tamu dan pegawai yang akan menghadiri acaranya.
Uli : berikan kertas yang kita miliki kepadaku, sepertinya aku tahu tempatnya.
.......................
Uli dan Kyu-Bin bergegas pergi dengan mobil yang dikemudikan Kyu-Bin. Uli mengarahkan jalan ketempat yang akan mereka tuju.
Akhirnya mereka tiba ketempat itu, perlahan Uli keluar dari mobil dan melihat toko tersebut. Ia kemudian melirik-lirik sekitar.
Kemudian memanggil si pemilik foto copy tersebut.
Uli : Halo, Ike (tidak disahut) ike... (memanggil)
Kemudian seorang perempuan muncul dari dalam toko tersebut, ia ternyata Ike.
Ike : Iya?
Uli : Ike? (Senyum)
Ike : Iya siapa? (Bingung)
Uli : Aku Uli... (senyum)
Ike menatapi wajah Uli dengan serius, perlahan-lahan bola matanya membesar, soalah-olah keadaan menjelaskan bahwa ia menyadarinya.
Ike : Uli? (berteriak)
Uli : (Mengangguk)
Mereka kemudian berpelukan dengan erat.
Ike : Dasar gadis ini, kenapa baru sekarang kau datang?
Uli : (Melepaskan pelukan) Maaf...
Ike : Tidak apa-apa yang penting kau disini.
(Mengelus lengan Uli)
Uli : Aku merindukanmu.
Ike : Ya ampun, aku juga (tersenyum)
Uli : (Senyum), Ike?
Ike : Ehm?
Uli : Aku mau minta tolong...
Ike : Apa?
Uli : Ahjussi (memanggil)
Kyu-Bin : Iya nona
Kyu-Bin segera membawa berkas yang akan di foto copy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because My Destiny is You
RomanceSeorang wanita yang bernama Uli yang selalu merasa kesepian, ia ingin menemukan takdirnya. akankah Ia akan bertemu dengan takdirnya?
