Thirty - One

3.5K 352 72
                                        

Happy Reading.

***

Hawa dingin memenuhi sebuah ruangan besar dan mewah itu. Jenny, Amelia, Lisa dan Jennie menatap dosen mereka yang sedang membaca hasil skripsian mereka dengan harap harap cemas.

Sudah hampir setengah jam mereka berdiam diri di ruangan hening itu. Sang dosen pria membetulkan letak kacamatanya agar tidak terjatuh dari hidung peseknya.

"Apakah kalian bersungguh-sungguh mengerjakan skripsi?" tanya sang dosen tanpa ekspresi.

Keempat wanita itu mengangguk, mereka menatap sang dosen dengan wajah yang takut jika skripsian mereka di tolak.

Dosen itu melirik keempat mahasiswi yang selama setahun ini berada di bawah bimbingannya, ia menghela napas sambil mengambil sesuatu di dalam lemari lacinya "Tanggal 27 Desember 2012 kalian semua akan sidang kelulusan" ucapnya menaruh 4 surat di atas meja sambil tersenyum bangga menatap keempat mahasiswinya yang spontan langsung berpelukkan bahagia.

"Thank you Mr.William thank you" ucap keempatnya membungkuk hormat sambil mengambil surat-surat sidang mereka.

Mr.William hanya mengangguk tersenyum menatap keempat wanita yang akan mendapatkan gelar baru mereka, Jenny S3, Amelia Lisa dan Jennie S2.

Jenny dan yang lain pamit untuk pulang. Memang sedari kemarin mereka benar-benar disibukkan oleh skripsian dan sekarang lelah mereka terbayar dengan satu surat sidang yang membuat rasa lelah itu hilang.

Di perjalanan menuju parkiran mereka berpapasan dengan Sari dan Laura.

"Skripsian kalian gimana? di terima?" tanya Lisa heboh.

Sari dan Laura memasang wajah sedih mereka membuat keempat wanita itu kembali senam jantung mendengar kabar buruk yang akan mereka dengar selanjutnya.

"TADAAAA KITA LULUS" teriak Sari dan Laura menujukkan surat sidang yang berstempel berbeda jurusan itu.

"Akhirnya kita bisa lulus bareng!!!" seru mereka berempat dan langsung berpelukkan layaknya teletubis dengan wajah bahagia mereka.

Sekarang sudah tanggal 24 Desember, Amerika sudah memasuki musim dingin membuat mereka tidak bisa berlama-lama berdiri disana. Jenny dan yang lainnya berjalan menuju parkiran agar tetap mempertahankan suhu tubuh mereka, bagaimanapun juga hari ini mereka akan segera terbang ke London untuk merayakan hari Natal bersama keluarga Haque dan Chedid besok.

"Guys gimanaa?" teriak Dita melompat dari atas kap mobilnya "Kalian semua bakal sidangkan?" tanyanya antusias.

Jenny, Amelia, Lisa, Sari, Laura dan Jennie memasang wajah sedih mereka.

"Laura ga lulus" ucap Jenny sedih.

Dita spontan cemberut sambil mendekati Laura yang memasang wajah ingin menangisnya.

"Gapapa lo bisa coba lagi tahun depan" lirihnya mengusap pundak Laura prihatin.

"BOONG DENG HAHAHAH EMANG GUE LO NGULANG KULIAH SAMPE 4 TAHUN" teriak Laura sekaligus meledek dengan menjulurkan lidahnya membuat semuanya tertawa kencang di bawah guyuran salju.

Jenny dan Amelia memasuki mobil Porsche Cayman kuning dengan gelak tawa mereka.

Jenny dan Amelia memasuki mobil Porsche Cayman kuning dengan gelak tawa mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Forever With You (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang