*Spin-off My Baby*
[Maya] Agent 111
"apa yang salah dengan jatuh hati pada target sendiri?" ~AGENT 111~
[Radit Novaldy]
"Aku mencintainya dan ini bukan sekedar Obsesi...camkan itu!" ~MR.X~
Radit gagal menjadikan Zalina miliknya, ia tertangkap oleh a...
Radit bersembunyi sembari menatap frustrasi pistol yang tergeletak di lantai.
Dia sudah berhari-hari membuntuti Maya dan Cia, mencari kesempatan dimana peluru miliknya dapat bersarang di tubuh anak kecil itu. Setiap kali jemarinya siap untuk menarik pelatuk, keraguan menyelimutinya. Seakan-akan ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak rela jika gadis kecil itu tergeletak bersimbah darah.
Ada apa dengannya? Kenapa Radit yang dulunya dengan mudah mengambil nyawa orang lain kini ia ragu hanya karena gadis kecil itu? Hanya dengan menatap wajahnya Radit menjadi luluh, hanya karena mendengar suaranya Radit menjadi terhenyung, hanya karena tawanya Radit ikut bahagia dan hanya karena wajah sedihnya Radit menjadi marah.
Seperti saat ini, ia membuntuti Maya dan Cia yang sedang berenang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seharusnya Radit menarik pelatuk tetapi setelah melihat wajah bahagia Cia, tubuhnya meluruh ke lantai. Pistol di tangannya tergeletak begitu saja. Radit bangkit Dan berlalu pergi.
---
Radit duduk menatap potret Cia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia harus melakukannya! Kali Ini harus berhasil! Bukankah Radit ingin Maya menangis menderita melihat kematian putrinya? Radit seorang pria dan seorang pria harus bisa memegang teguh pendiriannya!
"This is the time!" Radit berdiri meraih kunci mobil, mengendarai mobilnya menuju suatu tempat.
---
"Tepungnya kapan masuk?" Cia memangku wajahnya kebosanan.
"Sebentar lagi." Maya Masih menunggu bahan yang ia aduk mengembang.
"Sebentarnya kapan Mommy? Cia nggak sabar!" Cia berdiri mengintip ke dalam mangkuk besi.
"Emm...tahun depan." Goda Maya
"What?" Wajah kaget Cia dengan mata melotot serta mulut terbuka membuat Maya terhibur.
"Hahahah...Mommy bercanda! Lagian Cia, mana ada buat kue tapi masukin tepungnya tahun depan. Basi dong adonannya."
"Cia pikir Mommy serius! Cia kaget dong, masa kue yang sekali dimakan langsung habis tapi bikinnya setahun!" Cia menatap kesal ibunya, hampir saja ia tertipu.