Grace berlari menaiki tangga yang panjang namun di tengah tengah ia tersandung dan jatuh terguling kembali ke tangga paling bawah. Kepalanya pusing bahkan tubuhnya terasa sakit namun Grace memaksakan dirinya untuk bangun kembali menaiki tangga.
"Grace...kau terjatuh ya? Tadi aku mendengar langkah kakimu yang terburu buru...gimana? Sakit ya?" Grace berhasil mencapai tangga teratas namun saat kaki telanjangnya menapak di marmer ternyata kakinya menginjak pecahan kaca.
"Shit!" maki nya, Grace menjauh dan duduk untuk menyingkirkan pecahan kaca yang menancap di telapak kakinya.
"Grace bersiaplah...aku kesana." Mendengar suara Mr.X Grace langsung bangkit dari duduknya dan berlari tanpa memperdulikan rasa sakit di kakinya bahkan belum semua serpihan kaca ia buang. Grace berlarian hingga nafasnya terengah engah.
"Rumah ini terlalu luas...sialan aku benci rumah orang kaya."
"Grace...aku bisa mendengar deru nafasmu." Grace membuka lemari besar yang berada di lantai 2 namun tidak ada satupun lemari yang muat untuk ia masuki, ia membuka kamar kamar yang ada namun tidak ada tempat yang ia rasa aman.
"Sepertinya kau bukanlah pemain yang handal Grace." ujar Mr.x, Grace semakin diburu waktu sebelum mr.x datang dan menangkapnya, Grace menaiki tangga menuju lantai 3
"Tunggu aku Grace...kau tidak bisa bersembunyi dariku...aku datang!!!"
---
Grace sampai di lantai 3 yang hanya terdapat 1 kamar dengan pintu paling besar dan mewah. Ia berlari kesana memutar handle pintu dan masuk tidak lupa menutup pintu namun pintu itu tidak memiliki kunci sontak Grace panik dan melihat lemari kaca di samping kiri nya. Dengan kekuatan Grace menggeser lemari kaca menutupi pintu.
"Setidaknya lemari ini cukup berat untuk mengganjal pintu." begitu pikir Grace, napas Grace tersengal ia bercekak pinggang dan terkejut bahkan rahangnya seakan ingin terjun bebas.
Grace baru sadar seluruh dinding di kamar itu dipenuhi potret perempuan cantik bertubuh mungil. Grace penasaran mengapa potret perempuan itu memenuhi seluruh dinding kamar apalagi ukuran kamar itu sendiri sangat besar kira-kira berapa puluh ribu potret perempuan yang tertempel di dinding? Grace menaiki ranjang berukuran kingsize, ia tertarik dengan potret yang berukuran paling besar diantara yang lainnya. Potret yang di pasang tepat di atas kepala ranjang, Grace menyentuh potret tersebut dan membaca tulisan di sudut kanan bingkai.
Zalina my❤
"Pria itu ternyata selain gila dia adalah penguntit, mengapa banyak sekali manusia abnormal di dunia ini ya tuhan?"
"Knock...knock...knock...Grace aku di depan pintu...aku mau masuk dan ini adalah kamarku, aku tidak perlu izin darimu." Grace panik memang hanya kamar ini yang tidak ada cctv yang terpasang namun suara di depan pintu tentu mengagetkannya. Grace melihat walk in closet yang besar dan beralih menatap pintu
---
Mr.x mendorong pintu.
"Kau menaruh sesuatu dibalik pintu ya?"
"Wah...Grace ternyata tidak sebodoh yang aku kira...tapi Grace, penghalang ini tidak cukup untuk menghalangiku masuk hahaha." Mr.X tertawa
Mr.x mendorong pintu dengan kuat dan 'BAAAMMM' lemari kaca hancur menghantam lantai dan Mr.X berhasil masuk.
"Grace aku di dalam...kau bersembunyi dimana? Permainan kita hampir selesai."
Grace menutup mulutnya dengan kedua tangan juga berusaha mengontrol nafasnya yang terburu. Ia mencoba tidak mengeluarkan suara dan berdoa semoga degub jantungnya tidak terdengar saking kencangnya. Mr.x melangkah pelan bahkan kaki telanjangnya yang menginjak serpihan kaca tidak terlihat sakit maupun terganggu.
KAMU SEDANG MEMBACA
AGENT 111 [TAMAT]
Romance*Spin-off My Baby* [Maya] Agent 111 "apa yang salah dengan jatuh hati pada target sendiri?" ~AGENT 111~ [Radit Novaldy] "Aku mencintainya dan ini bukan sekedar Obsesi...camkan itu!" ~MR.X~ Radit gagal menjadikan Zalina miliknya, ia tertangkap oleh a...
![AGENT 111 [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/255687171-64-k632871.jpg)