35

2K 158 9
                                    

Maya sibuk di dapur menghiasi birthday cake bertema Uniqorn untuk Cia. Bukan karena ia tidak mampu membeli di toko kue, bukan juga karena Maya pelit.

Maya memang sengaja membuat kue sendiri setiap tahunnya untuk Cia. Karena bagi Maya, kue ulang tahun Cia bukan hanya tentang harga melainkan tentang perasaan cintanya yang ia tuangkan ke dalam kue buatannya. Dengan begitu Cia tidak hanya mendapatkan perhatian dari segi finansial saja akan tetapi perasaan tulus serta memory indah dari Maya untuk Cia kenang ketika ia dewasa nanti.

Untuk tema kue ulang tahun akan berubah setiap tahunnya menyesuaikan apa yang Cia senangi, seperti saat ini ia begitu menyukai Uniqorn. Tidak jauh berbeda dengan dekorasi yang Maya siapkan di ruang tengah, Cia begitu antusias menyambut hari ulang tahunnya. Cia bahkan tidak bisa tertidur dengan nyenyak hanya karena ia tidak sabar menyambut hari esok, lucunya ia sengaja menyusun gaun Uniqorn di ranjang kecilnya beserta pernak-pernik yang akan ia gunakan.

Hanya ada Maya dan Cia di rumah. Kemana Juna? Juna sudah pulang sejak dua hari lalu, dimana ia sekarang? Maya tidak tahu, Juna pamit sejak pagi dan berjanji untuk pulang sebelum Cia meniup lilin angka 8 miliknya. Juna bilang ia akan membawa kado spesial yang tidak akan pernah Cia bayangkan.

Kemana Radit? Tadi malam Maya sudah mengingatkan Radit bahwa hari ini Cia berulang tahun, siapa tahu Radit lupa. Radit membalas pesannya, ia bilang akan membeli kan Cia pinata uniqorn. Maya tidak tahu dimana Radit membeli pinata karena ini sudah tengah hari namun tidak Juna tidak Radit keduanya belum ada yang menampakkan diri. Awas saja jika dalam kurun waktu satu jam kedepan mereka tidak datang, Maya tidak akan membukakan pintu masuk maupun meninggalkan sedikitpun hidangan untuk mereka berdua.

Bagi yang menanyakan bagaimana pertemuan antara Juna dan Radit? Maya, Cia dan Radit sampai di Seoul terlebih dahulu. Beberapa hari kemudian Juna pulang, tentu saja keduanya bertemu karena Radit yang selalu bertamu di rumahnya.

Flashback on

Saat itu Maya sedang berkebun di halaman belakang sedangkan Cia dan Radit bermain di ruang tengah. Juna yang baru saja pulang matanya langsung disuguhi pemandangan Radit membekap Cia di pelukannya, Juna dengan spontan menghajar Radit di tempat.

"Let her go you son of a bitch!" Maki Juna, ia menghadiahi Radit dengan bogem mentah. Radit yang tidak siap terhuyung ke belakang, melihat kesempatan itu Juna cepat merebut Cia dari rengkuhan Radit.

"What the hell?" Radit memegang pipinya, sudut bibirnya bahkan berdarah. Radit menjilat sudut bibirnya, ia merasakan cairan rasa besi yang tidak lain darahnya sendiri.

"Sedang apa psychopath sepertimu ada disini hah? Kemana Maya? Kau apakan dia? Kau melukai Maya? Lalu kau ingin melukai putriku juga? Cia are you ok? Did he hurt you? You don't have to be afraid, papa's here to protect you!" Juna memeluk Cia protektif, matanya menelisik mencari apakah Cia terluka.

"Memangnya kenapa jika aku kemari? Itu urusanku, tikus got sepertimu tidak perlu ikut campur! For your information, she's not your daughter! Aku juga tidak berniat melukai siapapun! She safe with me!" Bantah Radit tidak ingin kalah.

"Kau! Harusnya kau membusuk saja di penjara! Tempat itu cocok untuk Psychopath sepertimu! Buat apa kau kemari? Apa tujuh tahun terkurung di jeruji belum cukup? Kau ingin kumasukkan lagi kesana?" Kalimat Juna seakan tiada habis ia memburu Radit dengan pertanyaan beruntun.

"Astaga bau apa ini? Cia apa kamu mencium bau selokan? Kemari, nanti kamu tertular baunya!" Radit menutup hidungnya seakan-akan mencium bau tidak mengeenakan, ia memberi Cia kode untuk mendekatinya.

AGENT 111 [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang