41

1.8K 118 11
                                    

... I have but one desire
And that one is you
No other will do

... I've lost all ambition for worldly acclaim
I just wanna be the one you love
I've lost all ambition for worldly acclaim
Just

I just wanna be the one you love...

(I Just Want to Be the One You Love Song by Cryst)

---

"Dari mana hmm?" Radit menyambut kedatangan Maya dengan pelukan, Juna berlalu pergi setelah mengantar Maya ke hadapan Radit. Juna terlihat sekali menghindar dari Radit.

"Bertemu...mantan?" Goda Maya.

"Aku tidak tahu jika di daftar tamu tertera nama mantan mu Ay." Radit melonggarkan pelukannya, ia menatap Maya kaget.

"Memang tidak ada Dit, aku tidak mengundangnya. Bahkan tidak terlintas di pikiranku untuk mengundangnya..." Belum selesai perkataan Maya, Radit memotongnya.

"Jangan..." Ujar Radit dengan tatapan serius.

"Kan sudah kubilang aku tidak mengundangnya..." Maya tersenyum melihat reaksi Radit yang terlihat lucu.

"Jangan memikirkan pria lain selain aku Ay, cukup aku, suamimu yang berhak memenuhi seluruh ruang di pikiran mu." Tutur Radit tidak terima.

"Dia cuma masa lalu Dit, masa depanku itu kamu." Maya menangkup wajah Radit menggunakan kedua tangan kecilnya.

"Tetap saja aku cemburu Ay!"

'Wajah jealous Radit menggemaskan sekali' pikir Maya.

"Baiklah suamiku, diriku, pikiranku, jiwa serta ragaku hanya untukmu. Tidak akan ada pria lain yang bertamu atau sekedar mengetuk pintu hatiku kecuali..." Maya tersenyum miring.

"KECUALI? Ay... berhenti menggodaku." Raut wajah Radit berubah menjadi masam.

"Aku tidak menggodamu Dit, memang benar hanya kamu yang akan menjadi suamiku. Tapi, bisa saja suatu hari nanti aku mencintai pria lain..."

"Ay...pernikahan kita saja belum berumur satu hari tapi kamu sudah berpikir untuk mencintai pria lain?" Radit menatap Maya dengan tatapan tidak percaya.

"Berhenti memotong pembicaraan istrimu tuan Raditya. Yang aku maksudkan pria lain itu adalah anak kita nanti."

"Kamu hamil?" Radit Reflek memegang perut Maya.

"Sembarangan!" Maya menepis tangan Radit.

"Terus? Pria lain yang kamu maksud?"

"Ya...calon adiknya Cia dong! Gimana sih! Lagian kamu nuduh aku hamil, kamu pikir bayi bisa muncul sendiri? Memangnya aku partenogenesis!"

"Yaudah ayo!" Radit menarik pergelangan tangan Maya.

"Ayo apa?"

"Buat adik untuk Cia, kamu bilang bayi nggak bisa muncul sendiri kan? Yaudah ayo kita bikin berdua!" Tatapan nakal Radit membuat Maya merinding.

"Terus ini gimana Dit?" Mata Maya mengarahkan ke seluruh pesta pernikahan mereka, tamu masih ada bahkan ada beberapa tamu yang baru datang.

"Udah, tinggalin aja!"

"Setidaknya beritahu yang lain dulu, nanti kita dicariin gimana?" Maya bersiap menuju Juna dan Cia yang berdiri tidak jauh dari posisi mereka berdua.

"Kelamaan!" Radit menggendong Maya ala Bridal style.

"DIT!" Kaget Maya, ia sudah berada di gendongan Radit. Radit membawa Maya memasuki rumah mereka. Dengan mudahnya Radit membawa Maya di gendongannya menuju kamar utama.

AGENT 111 [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang