16

1.3K 112 5
                                    

Maya menghabiskan liburannya dengan bergelung di dalam selimut. Bayangan kejadian tiga hari yang lalu begitu membekas di ingatannya. Bagaikan kaset rusak yang hanya sanggup memutar lagu hingga titik tertentu. Entah bagaimana bisa lagu yang terputar di saluran radio seakan memiliki koneksi yang sama dengan apa yang sedang Maya rasakan.

'Aku Mau Makan Kuingat Kamu
Aku Mau Tidur Juga Kuingat Kamu
Aku Mau Pergi Kuingat Kamu
Ooo Cinta Mengapa Semua Serba Kamu'

Ingat kamu
-Maia

Lirik lagu yang benar-benar menggambarkan kondisi Maya saat ini, bahkan pelantun lagu pun memiliki nama yang hampir sama. Bagaimana Radit menghempaskan tubuhnya ke loker. Cara Radit menatapnya dengan hunusan mata yang tajam. Jarak wajah keduanya yang dekat membuat Maya dapat melihat jelas wajah Radit. Suara berat yang khas, disertai aroma mint yang tercium ketika Radit berbicara. Apalagi ketika bibirnya bertemu dengan bibir Radit, rasanya lembut dan hangat.  Gigitan di bibir yang menerobos masuk secara paksa menjadi jalur ninja bagi Radit untuk mengeksplor bagian dari dirinya. Lidah tajam yang biasanya hanya bisa mengatai Maya dengan kata-kata kasar, ternyata malah berakhir menari liar dengan lidahnya. Bahkan tanpa Maya sadari, saat ini jemarinya menelusuri bibirnya sendiri.

"Sialan! Agghh...pergi sana! Dasar Radit menyebalkan! Berani sekali kau mencuri ciumanku! Cium pohon Pisang sana!" Maya memukul-mukul udara, berusaha mengenyahkan lamunan siang bolong miliknya.

'Ting'

'Ting'

'Ting'

'Ting'

(Bunyi notifikasi pesan)

Maya menghentikan radio dan beralih ke aplikasi pesan. Ternyata keributan itu berasal dari grup chat Merlion.

Mbak Zal
Halo semuanya! Mulai besok kita buka lagi ya restorannya.

Radit🧊❄️🥶🏔️
Kamu @MbakZal udah pulang?

Deliana
Mbak Zal udah pulang? Kirain masih lama jalan-jalan nya.

Siti
Oke deh mbak, siap laksanakan.

You
Mbak @MbakZal ada oleh oleh nggak nih?

Mbak Zal
Iya aku udah pulang...maaf ya semua aku nggak sempat beli oleh oleh, jadi besok bisa kan?

You
Bisa dong mbak...apasih yang nggak bisa. Bang @Radit antarin Maya ke pasar ya bang! beli bahan dapur.

Deliana
Siap mbak, ah si @Maya modus banget lo sama bang @Radit

Siti
Tau tu si @Maya bisa bisanya ambil kesempatan dalam kesempitan.
Hati hati bang @Radit

Maya
Yee...iri bilang boss!!!
Aku pc ya bang @Radit

Mbak Zal
Yaudah kalau gitu bye semua.

Maya membiarkan layar ponselnya redup. Maya tidak benar-benar dengan ucapannya apalagi panggilan 'bang' yang ia sematkan. Ia hanya tidak ingin terlihat mencurigakan, terlebih orang-orang sudah mengetahui betapa agresif Maya terhadap Radit belakangan ini. Lalu tiba-tiba ia bersikap dingin? Biarkan saja insiden loker hanya ia dan Radit saja yang tahu.

Sementara itu di tempat lainnya. Zalina menutup group chat dan baru saja meletakkan hp deringan panggilan masuk.

Id call Radit

"Kamu kapan pulang? Kenapa nggak ngabarin aku? Kan aku bisa jemput ke bandara."

"Aku baru sampai hari ini, nggak papa kok aku nggak mau ngerepotin kamu."

AGENT 111 [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang