Vallery memasuki perpustakaan, ketika membuka pintunya hanya keheningan yang menyambutnya. Dia sudah meminta Rein untuk mengizinkannya kepada guru jaga dan Rein mengangguk menyetujuinya.
Ketika Vallery hendak mengembalikan bukunya di atas rak tanpa sengaja dia menyenggol buku lainnya sehingga terjatuh berserakan.
BRAKK!!
Deg
Deg
Deg
Vallery terjatuh terduduk. Perasaan gelisah, takut, sedih bercampur aduk. Serangan panik. Tubuh Vallery lemah. Dia meringis meremas rambutnya agar semua pikiran-pikiran yang mengganggunya hilang.
Dug
Dug
Dug
Vallery membenturkan kepalanya ke lantai, berharap bayangan-bayangan itu menghilang. Sial.
Dug
Dug
Dug
Memar di dahinya tidak membuat Vallery menghentikan perbuatannya, napasnya semakin memberat perasaan gelisahnya semakin menjadi, sampai sebuah tangan menariknya ke pelukan hangat dengan bisikan penenang.
"Everyting is fine" sebuah bisikan mengalun lembut.
♈️♈️♈️
Seluruh sekolahan di buat geger, seorang kriminal menggendong perempuan yang tidak sadarkan diri. Sebuah pemikiran negatif terus berseliweran di benak mereka "Di apain itu, sampai pingsan gitu?"
"Emang kriminal, ngapain masih di pertahanin di sekolahan"
Sampai-sampai berita itu terdengar oleh Rein. Rein berlari keluar kelas dan menghadang salah satu siswa. Reza. "Ada apa za? Kenapa rame?" Tanyanya, entah kenapa perasaannya khawatir.
"Cewek yang tadi di tampar Kezia di kantin pingsan, gue lihat tadi di gendong kriminal sekolah naik mobil" jelasnya
Rein membulatkan matanya "Vallery?? Maksud lo Vallery pingsan?!"
Reza mengernyitkan dahi "Vallery? Jadi dia temen cupu lo itu?" Tanya Reza
Rein tidak membalas, dia melengos pergi menuju kelas kakak Vallery tergesa-gesa. Untung saja kelasnya jam kosong.
"Kak Vello! Kak!" Teriak Rein tanpa melihat bahwa kelas Vello masih ada bimbingannya.
"Rein! Kenapa berteriak?!" Tegur Bu siti.
"Aduh, maaf buk. Ini penting, saya mau ngomong sama kak Vello" Jelas Rein.
"Kalau mau ngomong sama pacar kamu ya nanti, jangan sekarang. Kamu tidak lihat ini ibu masih mengajar?" Omel Bu siti.
"Ini pen—"
"Ada apa?" Potong Vello menengahi.
Rein menoleh, menghampiri Vello "Vallery, Vallery pingsan dan dibawa pergi kriminal sekolah" bisik Rein.
Vello tertegun, dengan cepat dia menarik tasnya dan berlari keluar kelas tanpa menghiraukan panggilan Bu siti. Sedangkan Rein dan teman-teman Vello ikut beranjak mengikuti Vello.
"Vell! Vell! Tunggu dulu, sabar" panggil Angkasa menahan bahu Vello ketika Vello sudah mau malajukan motornya.
"Lepas sa, gue mau cari adek gue!" sentak Vello ketika sudah melepas helmnya.
Angkasa mengangguk "Iya, tapi lo udah tahu posisinya sekarang dimana?" Tanya Angkasa mencoba memberinya pengertian.
Vello menggeleng dan meremas rambutnya dengan gusar. Tak lama kemudian Samudra dan Rein datang "Aku udah tanya pak satpam, bilangnya gak tahu pergi kemana. Soalnya udah takut sendiri melihat kriminal itu" jelas Rein dengan mata berkaca-kaca. Samudra di sampingnya mengelus pundak Rein agar gadis itu merasa lebih tenang.
Setelah itu sebuah dering Hp terdengar "Ck. Hallo!" Sentak Vello
Kepala Vello yang sedari tadi menunduk akhirnya terangkat ketika mendengar jawaban dari sang penelepon.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Real Of Me
Novela Juvenil17+ Indah Menjalani kehidupan baru dengan tubuh berbeda. lalu apakah dia bisa melepas semua beban di pundaknya? Dia ingin menjadi orang yang bebas, dia ingin hidup berdasarkan keinginannya. Dia ingin meraih apa yang ingin di raih. Tapi lagi-lagi di...
