Angelia berbaring di samping Edward, matanya masih terbuka lebar, menatap langit-langit kamar sambil membiarkan pikirannya melayang-layang. Sejak tadi, ia hanya memikirkan buku yang ditemukannya tentang perjanjian darah, tentang takdir yang terasa kejam, dan tentang semua rahasia yang membuat dunia barunya begitu asing.
Di mana Putri Magic yang asli sekarang? Apa yang sedang terjadi di luar sana?
Suara lembut Edward memecah lamunannya. “Kenapa belum tidur?”
Angelia menoleh, menyampingkan tubuhnya agar bisa menatap suaminya. Senyum tipis muncul di bibirnya, meski matanya masih memancarkan kelelahan dan kebingungan. “Aku… ingin bercerita. Boleh?”
Edward menutup matanya sejenak, suaranya lembut tapi tegas. “Ini sudah malam, waktunya untuk tidur.”
Angelia menghembuskan napas panjang, matanya menatap wajah Edward yang tenang. “Ed…” panggilnya pelan.
“Hm?”
“Apakah… saat ini kau sedang jatuh cinta?” pertanyaan itu keluar begitu saja, tanpa ia sadari, seperti bisikan hati yang ingin diketahui kebenarannya.
Edward membuka matanya perlahan, menatap Angelia dengan tatapan yang tajam namun hangat. “Iya… kenapa kau menanyakannya?”
Angelia menundukkan kepalanya sebentar, lalu menatapnya lagi dengan senyum yakin. “Aku tahu siapa yang kau cintai,” ucapnya, suaranya tenang namun penuh keyakinan.
Edward mengangkat satu alisnya, ekspresinya berubah menjadi penasaran.
“Putri Arabella, kan?” tebak Angelia sembari menahan tawa pelan, mencoba menyamarkan rasa ingin tahunya.
Raut wajah Edward berubah menjadi datar. “Tebakanmu salah,” jawabnya dengan suara yang tetap tenang, namun matanya tak lepas menatap Angelia.
“Ha? Betulkah? Bukannya kau memang dekat dengannya?” tanya Angelia, matanya berbinar ingin tahu.
Edward menarik napas panjang, pandangannya tetap menempel pada Angelia. “Apakah kau pernah mendengar aku mengucapkan kata cinta kepadanya? Sehingga kau merasa lebih mengetahuinya daripada yang sebenarnya terjadi?”
Angelia menatapnya bingung. “Soalnya kau terlihat sangat dekat dengannya… dia gadis pertama yang sangat dekat denganmu,” ucapnya, raut wajahnya campur penasaran dan heran.
Edward menutup mata sejenak, lalu membukanya kembali, menatap Angelia dengan pandangan yang lembut. “Kau pikir… kau bukan seorang gadis?”
“Maksudmu?” Angelia menyipitkan mata, bingung dengan perkataan Edward yang terdengar seperti teka-teki.
Edward menghela napas, sedikit menggelengkan kepala. “Bukankah kau gadis yang saat ini tengah dekat denganku? Bahkan orang-orang pun heran, bagaimana aku bisa begitu dekat dengan gadis sepertimu.”
Angelia mengangguk pelan, mencoba memahami maksud Edward. “Mungkin… karena kita suami istri, itu sebabnya kita terlihat dekat,” katanya, suaranya penuh rasa ingin tahu tapi juga sedikit malu.
“Mungkin,” Edward menutup matanya kembali, menenangkan dirinya sendiri.
Angelia mengerutkan alis, suaranya meninggi sedikit. “Tck… kau belum menjawab pertanyaanku!”
KAMU SEDANG MEMBACA
Bound by Fire and Fate(END)
FantasíaAngelia seharusnya tidak pernah berada di dunia ini. Namun takdir menyeretnya ke Kerajaan yang hidup dari darah dan tumbal, ke sisi Edward pangeran bermata api yang mewarisi sihir terkutuk dan dosa seorang Raja. Di dunia tempat perempuan dijadikan p...
